Pelaksanaan Program Umroh Gratis Ditunda

  • Whatsapp
Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekdakab Lambar Syafarudin, S.Pd, M.Pd.I

Medialampung.co.id – Pemberangkatan 100 orang jamaah umroh yang dibiayai oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Lampung Barat tahun anggaran 2020 dipastikan ditunda, dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya yakni April 2020 ini. Bahkan jika setelah lebaran hari raya idul fitri mendatang tetap belum bisa dilaksanakan, maka opsi-nya pada sekitar bulan Desember, dan jika kembali ditunda berarti batal dilaksanakan.

Hal tersebut diungkapkan Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekdakab Lambar Syafarudin, S.Pd, M.Pd.I., Rabu (1/4). Menurutnya, dengan melihat perkembangan kasus Corona Virus Disease  2019 (Covid-19), serta belum adanya izin dari pihak otoritas Arab Saudi, maka jadwal pemberangkatan bulan April dipastikan ditunda.

Bacaan Lainnya



”Awalnya direncanakan bulan April ini, untuk pihak ketiga juga sudah ada, hanya saja karena kondisi Covid-19 kemudian pemerintah Arab Saudi juga belum mengizinkan  maka itu tidak bisa dilakukan bulan April ini,” kata dia.

Dengan  ditundanya pemberangkatan, kata dia, maka tentunya baru bisa dilaksanakan setelah lebaran hari raya idul fitri, dan ketika nantinya kondisi masih belum memungkinkan maka akan dilaksanakan setelah idul adha.

”Jika masih juga belum memungkinkan hingga bulan Desember artinya pemberangkatan tahun ini bisa jadi batal, dan ditunda pada tahun selanjutnya. Prosesnya tentu akan dilakukan dari awal lagi, seperti lelang penyelenggara dan proses lainnya,” kata dia.

Ia berharap kepada para calon jamaah umroh yang telah ditunjuk untuk berangkat tahun ini agar bersabar, dan tetap menjaga kesehatan. Pihaknya akan segera menginformasikan kepada para calon jamaah ketika nantinya ibadah umroh sudah diperbolehkan, dan tentunya kondisi  Covid-19 sudah mulai aman.

”Kita sama-sama berdoa semoga musibah Covid-19 bisa segera selesai, sehingga proses pemberangkatan jamaah umroh tidak terhambat  dan tetap bisa dilaksanakan di tahun ini,” kata dia.

Syafarudin menambahkan, musibah Covid-19 juga berdampak terhadap kegiatan keagamaan, seperti safari jumat yang terpaksa ditiadakan. Selanjutnya, kegiatan safari ramadhan  juga berpotensi ditiadakan. (nop/mlo)



Pos terkait