Pelaku Curanmor Kembali Beraksi di Pekon Watas, Yamaha Vixion Raib  

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi di Pekon Watas, Kecamatan Balikbukit, Kabupaten Lampung Barat Senin (28/12) sekira pukul 07.30 WIB.

Kali ini, satu unit sepeda motor Yamaha Vixion dengan Nomor polisi (Nopol) BE 6228 MU berhasil dibawa kabur pelaku, yang diduga berjumlah dua orang. 

Bacaan Lainnya

Informasi yang dihimpun, kejadian saat pemilik Rohman Prayoga Warga Pemangku Karanganyar, setempat menaruh kendaraannya pada Minggu malam (27/12) sekira pukul 21.00 WIB di ruangan belakang rumah. Kemudian, sekitar Pukul 00.30 WIB kakak pelapor melihat dua orang yang tak dikenal berada di belakang rumah dan kemudian orang tersebut lari ke arah kebun warga.

Selanjutnya, sekira pukul 01.30 WIB kakak pemilik motor tersebut mendengar adanya suara sepeda motor yang didorong, namun dirinya tidak merasa curiga lantaran tetangganya kerap pulang malam. Namun, keesokan harinya tepatnya Senin (28/12) sekira pukul 07:30 WIB saat pemilik hendak berangkat kerja menggunakan sepeda motor, kendaraan tersebut telah hilang. Atas peristiwa korban melapor ke Mapolres Lambar. 

Sementara Peratin Watas Mirwan Atmaja, A.Ma, membenarkan peristiwa tersebut, pihaknya mengaku sudah sangat resah akan aksi curanmor tersebut mengingat di bulan desember ini telah terjadi dua aksi curanmor di wilayah tersebut.

“Ini kejadian sudah yang kedua kalinya khusus di bulan Desember ini, warga kami sudah sangat resah, kami berharap aparat kepolisian agar dapat bergerak cepat mengungkap dan menangkap pelakunya,” kata Mirwan. 

Dijelaskannya, selain peristiwa tersebut, sebelumnya terjadi pada Minggu (13/12) sekira pukul 01.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB, dimana aksi curanmor terjadi di wilayah Pemangku Kota Baru, dengan hilangnya satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan Nomor Polisi (Nopol) BE 3617 MG yang di simpan pemilik di dalam dapur raib digondol pencuri.

“Selain Curanmor, sudah beberapa kali terjadi aksi pencurian di dalam rumah dan gubuk, masyarakat sudah sangat resah dan upaya dari pemerintah pekon adalah menggalakan kembali siskamling, namun kami berharap aparat kepolisian dapat mengungkap para pelakunya,” harapnya.(edi/mlo)


Pos terkait