Pelanggar Prokes di Pasar Tradisional Perlu Disanksi Tegas

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Walaupun sudah berusia 22 tahun, Blambangan Umpu yang merupakan ibukota Kabupaten Waykanan belum juga memiliki pasar modern dan tetap melestarikan keberadaan pasar pasar tradisional yang sudah ada.

Di masa pandemi corona, pasar-pasar tradisional tersebut terindikasi akan menjadi salah satu kluster penyebaran virus corona karena walaupun pembeli menggunakan masker akan tetapi hampir semua pedagang yang berasal dari luar Blambamgan Umpu tidak menggunakan masker.

Bacaan Lainnya


Mirisnya tidak ada pula penertiban oleh tim gugus tugas, padahal pasar tradisional km 2 Blambangan Umpu itu adalah milik Pemkab Waykanan.

“Saya sendiri heran itu para pedagang kok sama sekali tidak mengindahkan protokoler kesehatan, padahal saya sendiri ikut menyaksikan Pemerintah Kabupaten melalui Tim gugus tugas yang tidak henti-hentinya menghimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, bahkan secara langsung ke pasar ini, tetapi mereka tetap melanggar, padahal yang memberikan penyuluhan itu Bupati, Kapolres dan Dandim langsung,” ujar Arifin salah satu pegawai Kelurahan Blambangan Umpu yang geram dengan ulah para pedagang tersebut.

Pasar Pemda Km 2 Blambangan Umpu itu memang hanya beroperasi beberapa kali dalam satu Minggu yakni hari Minggu, Rabu dan Jumat, dan merupakan satu-satunya pasar yang ada di Ibukota Waykanan dan memang sudah sering menjadi target operasi Yustisi oleh tim gugus tugas Covid-19. Namun, masih saja tetap ada oknum-oknum nakal yang membandel dan kembali tidak memakai masker. 

Dari pantauan Radar terlihat banyak pedagang yang berasal dari luar Kecamatan Blambangan Umpu, yang asyik berdagang tanpa menggunakan masker. Bukan hanya para pedagang saja padahal pembelinya yang berasal dari.Blambsngsm Umpu sudah meggunakan masker. 

Hal itu tentunya akan sangat membahayakan bagi masyarakat yang ada. Terlebih lagi, kita semua tahu bahwa Covid-19 masih ada dan belum sepenuhnya bisa ditangani. Dan juga, Kabupaten Waykanan baru saja memperbolehkan anak-anak sekolah untuk kembali melaksanakan kegiatan belajar tatap muka secara langsung. Itulah mengapa masyarakat seharusnya menjadi lebih memperhatikan protokol kesehatan. 

Ketua Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Waykanan H. Saipul, S.Sos., M.I.P., juga sangat menyayangkan abainya masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan. 

“Satgas Covid-19 Kabupaten Waykanan sudah sering sekali melakukan operasi. Namun masih ada masyarakat masih kurang menyadari pentingnya memakai masker dan melaksanakan protokol kesehatan, Pemerintah Kabupaten Waykanan sendiri memang belum menyediakan sanksi berat bagi para pelanggar protokol kesehatan, dan hanya memberikan himbauan secara persuasif, tetapi mungkin kalau terus dilanggar kami akan pikirkan sanksi yang lebih tegas karena hal itu untuk kepentingan orang banyak,” tegas Setdakab Waykanan tersebut.




Pos terkait