Pembangunan Drainase Rusak Jaringan PDAM di Sunur, Pelaksana Diminta Bertanggung Jawab

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Perusahaan pelaksana pembangunan Drainase Jalan Nasional (Lintas Barat) di titik Pemangku Sunur, Pekon Giham Sukamaju, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) diminta untuk bertanggung jawab atas kerusakan jaringan air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

Pasalnya, sudah berjalan Empat bulan ini persisnya sejak Agustus, jaringan pipa induk PDAM yang ditanam di sepanjang  badan jalan seperti di Pemangku Sunur  mengalami banyak kerusakan akibat terkena alat berat (eksavator) saat melakukan penggalian drainase. 

Bacaan Lainnya


Namun, hingga saat ini kerusakan-kerusakan itu tak kunjung diperbaiki, sementara pengerjaan drainase sudah selesai. 

Warga inisalkan (DS) salah satu dari sekian banyak pelanggan PDAM yang mendesak pihak rekanan proyek drainase tersebut untuk melakukan perbaikan sebagai bentuk tanggung jawab karena warga menderita akibat tidak bisa menerima air bersih seperti biasanya. 

“Sejak kerusakan itu kami tidak lagi memanfaatkan PDAM untuk ketersediaan air bersih secara maksimal, melainkan hanya memanfaatkan air hujan atau dari sungai,” keluhnya.

Diakuinya, ia dan warga  sudah beberapa kali menyampaikan ke pihak PDAM, untuk menjembatani dengan menyampaikan ke pelaksana pembangunan untuk perbaikan jaringan. Namun hingga saat ini belum ada respon perbaikan yang diharapkan tersebut. 

“Masalah ini sudah beberapa kali kami laporkan ke petugas PDAM tapi yang terjadi dilapangan tidak ada upaya perbaikan jaringan, oleh sebab itu kami sebagai pelanggan tetap PDAM Limau Kunci Sekincau minta kepada Pak Bupati untuk dapat menegur pelaksana proyek agar memperbaiki jaringan yang dirusak. Dan kepada PDAM untuk tidak tinggal diam, karena jaringan itu merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Lambar,” harapannya. 

Terpisah Kepala PDAM Sekincau Kadar Solihat menyebutkan apa yang dikeluhkan pelanggan tersebut benar adanya. Bahkan diakuinya sejak awal sudah mengingatkan pelaksana proyek untuk bertanggung jawab atas kerusakan jaringan, namun nyatanya walaupun sudah diingatkan tidak ada respon.

“Masalah ini juga sudah saya laporkan ke PDAM Kabupaten, dan pihak kabupaten sudah menyurati pelaksana proyek tersebut. Artinya kerusakan ini juga menjadi kerugian bagi PDAM Lambar,” tandasnya. (rin/mlo)



Pos terkait