Pembangunan Lamban Budaya Masuki Tahap Bore Pile

  • Whatsapp

Medialampung.co.id  –  Pembangunan Lamban budaya, yang digadang-gadang akan menjadi ikon baru bumi beguai jejama sai betik yang akan ornament kental dengan adat Paksi Pak Sekala Bekhak, sudah dimulai, dengan memanfaatkan lokasi bekas  Gedung Serba Guna (GSG) Nata Margha di komplek perkantoran Pemkab Lambar.

Kasi Tata Bangunan dan Lingkungan Dinas PUPR Lambar Ferry Ajiansyah mendampingi Kadis PU Ir. Hi. Ansari mengatakan, untuk tahun pertama pembangunannya akan menghabiskan anggaran sebesar Rp5,6 Miliar, termasuk biaya untuk proses perubuhan GSG Nata Margha yang berada di lokasi yang akan dibangun lamban budaya.

Bacaan Lainnya



”Sejak beberapa waktu lalu, pihak rekanan sudah memulai proses pengeboran  Pondasi  bore pile, kemudian persiapan pengecoran untuk bore pile-nya, setelah baru memasuki tahapan-tahapan selanjutnya,” ungkap Feri  Senin (23/9).

Dijelaskan, untuk item pembangunan  tahun ini, selain pondasi bore pile, juga ada kegiatan lainnya seperti kolom beton, untuk masa kontrak pembangunannya, yakni selama 180 hari atau  enam bulan dimualai sejak 17 Juni lalu.

”Untuk pembangunan lamban ini prosesnya tiga tahun anggaran,  karena selain gedung, penataan taman, pelataran parkir, pagar dan lainnya tentu akan dibangun, dan diharapkan akhir 2022 mendatang,  lamban budaya sudah bisa dioperasionalkan,” ujar Feri.

Dijelaskan, gedung budaya yang dibangun tersebut, mencirikan karakter budaya Lambar, termasuk mengadopsi kebudayaan Paksi Pak Sekala Bkhak, yakni Buay Pernong, Buay Belunguh, Buay Bejalan Di Way dan Buay Nyerupa. “Lampung Barat memiliki banyak kekayaan budaya dan itu disatukan dalam bentuk bangunan, sehingga lamban budaya itu nanti selain akan kaya fungsi juga akan menjadi sarana edukasi generasi muda,” harapnya.

Untuk gedung budaya akan di bangun model landscape dengan kapasitas 1000 penonton, dilengkapi dengan sound system serta taman yang akan menambah keindahan. Bentuk bangunan melingkar mengambil filosofi danau ranau, serta akan di percantik dengan keindahan taman, untuk itu saya mengharapkan dukungan dari seluruh unsur masyarakat dalam pembangunan Lamban Budaya tersebut. (nop/mlo)



Pos terkait