Pembangunan SPBU Satu Harga di Kebuntebu Diprotes Warga

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Satu Harga, di Kecamatan Kebuntebu, Lampung Barat, berlokasi di Pemangku Simpangraya, Pekon Muarajaya II, menuai protes dari warga setempat.

Pihak perusahaan disebut tidak sepenuhnya melakukan koordinasi seperti tentang izin lingkungan, khususnya  kepada warga yang memiliki lahan seperti areal persawahan di sekitar lokasi pembangunan.

Bacaan Lainnya



Sementara, dengan akan dibangunnya SPBU yang saat ini diketahui sudah dalam proses land clearing (penyiapan lahan) itu, warga pemilik lahan sekitar merasa khawatir berdampak.

Salah seorang sumber yang enggan namanya ditulis mengungkapkan, lahan yang sebelumnya sudah dilakukan pembebasan (ganti untung) oleh pihak perusahaan, dalam perjalanannya menuai protes dari warga terutama yang punya lahan disekitar.

”Karena dari awal pihak perusahaan tidak melakukan koordinasi langsung terhadap izin lingkungan kepada warga yang memang punya lahan sekitar,” ungkap sumber.

Terusnya, sekitar lokasi rencana pembangunan SPBU Satu Harga tersebut merupakan lahan warga seperti kolam sawah, sehingga dengan pembangunan itu mereka keberatan karena dikhawatirkan di masa mendatang akan berdampak terhadap lingkungan. 

Menanggapi keluhan tersebut Peratin Yan Sopian membenarkan terkait masalah yang terjadi seputar wacana pembangunan SPBU itu.  Bahkan menurutnya,  masalah itu sudah ditindaklanjuti dengan dengan disampaikan kepada pihak perusahaan.

”Kami telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan, dan mereka merespon dengan akan melakukan dialog dengan warga. Tentunya atas tanggapan tersebut kita akan menunggu sehingga apa yang menjadi poin keluhan warga dapat dicarikan solusinya,”  ujarnya.

Dilain pihak,  Kepala Dinas  Penanaman Modal PTSP dan Tenaga Kerja Ir. Sugeng Raharjo, MP., menanggapi masalah itu mengaku akan segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk kepada pihak perusahaan.

”Saya baru tahu, jadi nanti akan kami koordinasikan dengan pihak perusahaan dan pihak-pihak terkait,” kata Sugeng singkat. (ius/nop)



Pos terkait