Pemdes Fajar Baru Pertanyakan Pemanfaatan DBH dari Pajak Tol dan Rest Area

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dinas Perpajakan Lampung Selatan terus gencar mensosialisasika soal Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Seperti yang dilaksanakan bersama UPT Pajak Kecamatan Jatiagung menggelar sosialisasi pajak daerah ke setiap desa.

Dalam sosialisasi tersebut juga dijelaskan tata cara dan pemahaman kepada petugas kolektor pajak agar memahami mengenai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). 

Bacaan Lainnya

Sosialisasi juga digelar di Desa Fajar Baru, Kecamatan Jatiagung yang digelar di aula balai desa yang dihadiri petugas Dinas Perpajakan Lampung Selatan, UPT Pajak Kecamatan Jatiagung, Kepala Desa Fajar Baru M. Agus Budiantoro, S.H., serta petugas kolektor pajak desa.

Dalam sambutannya, Budi menerangkan target pajak Desa Fajar Baru tahun 2020 serta 2021. 

Dimana tahun 2020 terealisasi 85 % dan tahun ini berharap bisa 100 %, mengingat tahun ini hanya 446 bidang wajib pajak. Itu karena Pemkab Lampung Selatan masih menggratiskan wajib pajak dengan tagihan di bawah Rp30 ribu. 

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Fajar Baru juga mempertanyakan pembangunan dari Dana Bagi Hasil (DBH) bidang pajak tol maupun rest area. 

Dimana wilayah Fajar Baru juga dilintasi jalur tol dan memiliki dua rest area, yaitu 87A dan 87 B yang bernilai pajak sangat besar bagi Pemerintah Daerah Lampung Selatan.

Seharusnya dengan adanya tol maupun rest area yang melintas di wilayah Fajar Baru l, infrastruktur maupun jalan di sekitar lokasi bisa terawat dan layak dilewati warga, namun kenyataannya jalan yang ada di desa ini kondisinya cukup parah.

Infrastruktur dan jalan yang dimaksud adalah disekitar lokasi rest area yang berada di dusun tanjung laut dan dusun cimemen dengan panjang kurang lebih 4,5 km.

“Kami sangat berharap pemerintah daerah Lampung Selatan bisa lebih memperhatikan jalan dan infrastruktur di sekitar lokasi dan nantinya bisa di bangun sehingga perekononian masyarakat sekitar rest area dan jalan tol dapat lebih meningkat lagi dari dampak transportasi lancar untuk membawa hasil pertanian warga,” ujarnya kepada medialampung.co.id. (wji/mlo)


Pos terkait