Pemerintah Inggris Berikan Jaminan, All England Akan Tetap Digelar

  • Whatsapp
Mohammad Ahsan-Hendra Setiawan/[Foto:PBSI]

Medialampung.co.id – Turnamen All England akan berlangsung sesuai jadwal di Birmingham Arena pada 11-15 Maret, setelah adanya jaminan dari pemerintah Inggris dan publikasi Rencana Aksi Coronavirus.

Rencana Aksi ini mencakup strategi empat tahap pemerintah Inggris untuk memerangi Covid-19 yang mematikan, yakni mengisolasi, menunda, meneliti, serta memitigasi, dan mereka saat ini berfokus pada tahap pertama (dampak penyebaran penyakit).

Bacaan Lainnya



Berita positif ini disampaikan oleh kepala eksekutif Badminton Inggris, Adrian Christy dalam sebuah pernyataan yang di-posting di situs resmi turnamen. Ini akan menjadi berita besar bagi para pemain dan pelatih dari semua negara yang berpartisipasi, terutama setelah wabah ini mencapai Eropa.

Banyak kejuaraan olahraga telah menjadi korban penyakit ini, termasuk pertandingan sepak bola Italia dan turnamen bulu tangkis German Open yang seharusnya dimulai pada Selasa (3/3) lalu.

Penundaan itu karena dampak virus terus menimbulkan kekacauan di seluruh dunia, menyebabkan kekhawatiran serius bagi para pemain yang berusaha lolos ke Olimpiade Tokyo (24 Juli – 9 Agustus).

Periode kualifikasi Olimpiade berakhir pada 31 April dan beberapa pemain top seperti Saina Nehwal asal India dan pemain spesialis ganda campuran asal Malaysia, Shevon Jemie Lai telah meminta Federasi Badminton Dunia (BWF) untuk memperpanjang batas waktu kualifikasi sehubungan dengan wabah tersebut.

Semua pemain harus masuk ke peringkat 16 teratas dunia dari peringkat Race to Tokyo paling lambat 31 April untuk mendapat tempat di Olimpiade dan sebuah negara dapat mengirim maksimal dua wakil untuk setiap kategori (tunggal putra, ganda putra, tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran) jika keduanya finis di posisi delapan besar.

Sejauh ini, belum ada perubahan tenggat waktu tetapi sekarang Olimpiade itu sendiri berada di bawah ancaman karena keseriusan wabah virus yang semakin meluas.

Untuk saat ini, Badminton Inggris mengambil setiap tindakan pencegahan untuk memastikan bahwa tidak ada pemain atau penonton yang terkena virus saat turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu sedang berlangsung.(ligola/mlo)



Pos terkait