Pemerintah Pusat Realisasikan Dana Perimbangan di Lambar Rp704,3 Miliar

  • Whatsapp
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Lambar Drs. Daman Nasir, M.P

Medialampung.co.id – Pemerintah pusat hingga November 2020 telah merealisasikan dana perimbangan tahun 2020 di Kabupaten Lambar sebesar Rp704,3 miliar lebih dari target Rp710,1 miliar lebih (APBD Perubahan).

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P, Minggu (13/12).

Daman memaparkan, realisasi dana perimbangan sebesar Rp704,3 miliar lebih itu terdiri dari bagi hasil pajak/bukan pajak Rp18,130 miliar lebih dari target Rp19,938 miliar lebih yang meliputi bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak/sumber daya alam.

“Dana sebesar Rp18,130 miliar realisasi bagi hasil pajak/bukan pajak itu terdiri dari Rp10,2 miliar lebih untuk bagi hasil pajak dan Rp7,9 miliar lebih bagi hasil bukan pajak/sumber daya alam,” bebernya.

Selanjutnya, dana alokasi umum (DAU) Rp497,5 miliar lebih dari target Rp500 miliar lebih atau 99,40 %, serta dana alokasi khusus (DAK) terealisasi Rp188 miliar lebih dari target Rp189 miliar lebih atau 99,51 % yang terdiri dari DAK fisik dan non fisik. “Untuk DAK telah terealisasi Rp188 miliar lebih, meliputi DAK fisik Rp100 miliar lebih dari target Rp103 miliar lebih atau 96,32 % dan DAK non fisik Rp88 miliar lebih dari target Rp85 miliar lebih atau 103,38 %,” katanya 

Daman mengaku untuk DAK fisik baru terealisasi Rp100 miliar lebih dari target Rp103,819 miliar lebih atau 96,32 %. Realisasi sebesar Rp100 miliar lebih terdiri dari DAK reguler Rp58 miliar lebih dari target Rp61 miliar (96,05 %), DAK Penugasan Rp14 miliar lebih dari target Rp15 miliar lebih (93,00 %) serta DAK Afirmasi Rp26,927 miliar lebih dari target Rp27 miliar lebih (98,81 %)

Sedangkan realisasi DAK non fisik sebesar Rp88 miliar lebih itu rinciannya , DAK tunjangan profesi guru Rp57 lebih dari target Rp57 miliar lebih (100,00 %), DAK tambahan tunjangan guru PNS/non profesi Rp431 juta lebih dari target Rp520 juta lebih (82,79 %), bantuan operasional penyelenggaraan PAUD Rp3,225 miliar lebih dari target Rp3,238 miliar lebih (99,58 %), DAK bantuan operasional kesehatan Rp21 miliar lebih dari target Rp14 miliar lebih (141,01 %), DAK bantuan operasional keluarga berencana Rp2,194 miliar lebih lebih dari target Rp2,194 miliar lebih (100 %).

Selanjutnya, DAK pelayanan administrasi kependudukan Rp1,2 miliar lebih dari target Rp1,4 miliar lebih (89,84 %), DAK tunjangan khusus guru Rp1,7 miliar lebih dari target Rp2 miliar lebih (81,12 %), DAK penyelenggaraan kesetaraan Rp1 miliar lebih dari target Rp1,157 miliar lebih (87,55 %), serta DAK pelayanan kepariwisataan Rp303 juta lebih dari target Rp344 juta lebih (88,10 %). Sementara untuk DAK non fisik untuk aitem DAK jaminan persalinan ditarget Rp1,4 miliar lebih, DAK akreditasi rumah sakit/Puskesmas target Rp798 juta serta DAK pengawasan obat dan makanan ditarget Rp159 juta lebih belum ada realisasinya sampai akhir November. 

“Jika dipersentasekan untuk pendapatan daerah bersumber dari dana perimbangan di Kabupaten Lambar telah terealisasi 99,19 %,” tutupnya. (lus/mlo)




Pos terkait