Pemkab Lambar Bakal Layangkan Surat Teguran kepada PT. GTI 

  • Whatsapp
Kabid PBB Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Erwiensyah Husein, S.H, M.H.

Medialampung.co.id – PT. Gihon Telekomunikasi Indonesia (GTI) hingga Selasa (16/3) belum juga ada tanda-tanda untuk melunasi pajak bumi dan bangunan sektor pedesaan dan perkotaan (PBB-P2) tahun 2020. Padahal perusahaan tersebut telah dikenakan denda 2 %/bulan sejak Januari lalu. 

“Sampai saat ini PT. Gihon Telekomunikasi Indonesia belum juga melunasi PBB-P2 tahun lalu, padahal kami sudah pernah mengirimkan surat pemberitahuan kepada pihak perusahaan. Jadi kita akan segera melayangkan surat teguran kepada perusahaan tersebut,” kata Kabid PBB Erwiensyah Husein, S.H, M.H, mendampingi Kepala BPKD Ir. Okmal, M.Si, Selasa (16/3).

Bacaan Lainnya


Kata dia, PT. GTI masih memiliki piutang pajak sebesar Rp4.039.650,- dan pihaknya berharap pihak perusahaan tersebut segera melakukan pembayaran, mengingat saat ini telah memasuki triwulan I tahun 2021.

Menurut dia, target PBB-P2 untuk menara tahun 2020 sebesar Rp195.297.559,- namun hingga kini baru terealisasi sebesar Rp191.257.909,- atau 97.93 %. Itu artinya masih ada kekurangan sebesar Rp4.039.650,-.

“Kekurangan Rp4.039.650,- itu dari PT Gihon Telekomunikasi Indonesia. Sedangkan target PBB-P2 untuk 15 kecamatan, PT. PLN, PLTA dan Lampung Hydro Energy telah terealisasi 100 %,” bebernya.

Erwiensyah berharap adanya kerjasama dari pihak PT. Gihon Telekomunikasi Indonesia untuk melunasi kewajibannya membayar PBB-P2 tahun 2020. “Kami berharap segera dilunasi oleh pihak perusahaan,” pungkas dia. (lus/mlo)




Pos terkait