Pemkab Lambar Bawa Agus Jalani Pemeriksaan Medis

  • Whatsapp
Dinkes Lambar dan Puskesmas Liwa membawa Agus ke Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar (RSUDAU) untuk dilakukan pemeriksaan. Foto Dok/mlo

Medialampung.co.id – Pemkab Lampung Barat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Puskesmas Liwa akhirnya membawa Agus remaja 15 tahun warga kelurahan Waymengaku Balikbukit, yang mengalami skoliosis atau kelumpuhan selama lima tahun terakhir, ke Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar (RSUDAU) untuk dilakukan pemeriksaan.

Direktur RSUDAU dr. Widyatmoko Kurniawan, Sp.B., membenarkan bahwa saat ini Agus sedang mendapat perawatan di RSUDAU, tetapi setelah dilakukan pemeriksaan, Agus harus mendapatkan perawatan oleh dokter spesialis bedah tulang sub spesialis tulang belakang.

Bacaan Lainnya



“Tim medis kami telah melakukan pemeriksaan terhadap Agus, tetapi karena fasilitas dan dokter spesialis bedah tulang sub spesialis tulang belakang kita tidak ada, belum bisa ditangani secara maksimal,” kata Wawan—sapaan akrab dr Widyatmoko Kurniawan, Sabtu (7/3).

Apa yang menyebabkan Agus lumpuh, dijelaskan Wawan, karena menderita penyakit Skoliosis atau tulang melengkung, dan kelainan tersebut kemungkinan diderita sudah lama bukan akibat dari jatuh. 

“Ananda Agus menderita Skoliosis, selain bisa mengakibatkan kelumpuhan juga menyebabkan gangguan pernapasan. Dan penyakit tersebut bukan diakibatkan dia pernah jatuh, karena berdasarkan hasil rontgen tidak ada tanda-tanda keretakan atau patah tulang,” jelasnya.

Beberapa waktu yang lalu, jelas dokter spesialis bedah tersebut, Agus pernah mendapat perawatan di RSUDAU, yang saat itu menderita sakit paru-paru.

“Agus sudah pernah mendapat perawatan di RSUDAU, yang saat itu sakit paru-paru. Tetapi kalau untuk pengobatan Skoliosis, pasien harus dirujuk ke Bandar Lampung,” jelasnya.

Base Camp 33, ikut memberikan bantuan berupa sembako dan kasur, dengan harapan bantuan tersebut dapat meringankan beban Sumiati (ibunda Agus) – Foto Dok/mlo

Sementara itu, Kepedulian terhadap Agus yang hanya hidup berdua dengan ibunya, dengan menempati rumah gubuk yang tidak jauh dari kompleks perkantoran Pemkab Lampung Barat tersebut, tidak hanya datang dari pemerintah setempat saja.

Base Camp 33, ikut memberikan bantuan berupa sembako dan kasur, dengan harapan bantuan tersebut dapat meringankan beban Sumiati yang keseharian waktunya dihabiskan untuk mengurus Agus, selain berprofesi sebagai buruh cuci dengan penghasilan Rp 300 ribu/bulan.

“Alhamdulillah hari ini kami bisa bersilaturahmi dan melihat secara langsung kondisi ananda Agus, dan semoga sedikit oleh-oleh yang kami berikan dapat sedikit meringankan beban hidup keduanya,” kata Bamsoed, ketua komunitas Base Camp 33. (nop/mlo)



Pos terkait