Pemkab Lambar Gelar Pelatihan Kopi

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemkab Lambar melalui Dinas Penanaman Modal PTSP dan Tenaga Kerja menggelar pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja (pelatihan kopi) di Balai Latihan Kerja (BLK) Pekon Wates Kecamatan Balikbukit, Kamis (6/8).

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Penanaman Modal PTSP dan Tenaga Kerja Yurzi mengungkapkan, pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan. 

Bacaan Lainnya



“Pelatihan kerja bertujuan untuk membekali masyarakat dengan kemampuan/keterampilan agar dapat bekerja maupun berwirausaha untuk mencapai kesejahteraan sekaligus berpartisipasi dalam pembangunan di daerah,” ungkap Yurzi

Ia menjelaskan, masyarakat Lampung Barat sebagian besar adalah petani, dan hasil yang paling utama adalah kopi. Berdasarkan data Dinas Perkebunan Lambar, luas perkebunan kopi di Lambar sebanyak 53.878 ha dan perkiraan hasil produksi tahun 2020 sebanyak 59.360 ton.

Tingginya produksi kopi lampung barat tersebut merupakan peluang untuk tumbuhnya industri kecil dibidang pengolahan makanan dan minuman, khususnya pengolahan kopi bubuk.

“Dengan tumbuh dan berkembangnya industri kecil dan menengah, diharapkan struktur perekonomian masyarakat yang semula dominan di bidang pertanian secara perlahan dapat bergeser ke arah industri kecil dan menengah, sekaligus dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” imbuhnya

Masih kata dia, berdasarkan tujuan pelatihan kerja yaitu untuk membekali masyarakat dengan keterampilan sehingga dapat bekerja atau berwirausaha dan dalam rangka menumbuh kembangkan industri kecil dan menengah khususnya di bidang pengolahan kopi bubuk, maka pelatihan kopi ini diselenggarakan.

Mengingat arti penting pelatihan keterampilan dalam meningkatkan daya saing angkatan kerja sehingga mampu bekerja atau berwirausaha yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pihaknya mengharapkan dukungan dan kerjasama semua pihak agar kegiatan-kegiatan pelatihan dapat terus terselenggara, dapat berkembang sesuai dengan permintaan/kebutuhan pasar kerja.

“Khusus kepada peserta pelatihan, saya berpesan agar mengikuti pelatihan ini secara bersungguh-sungguh, manfaatkan kesempatan yang baik ini untuk meningkatkan keterampilan dan mudah mudahan dengan bekal keterampilan tersebut akan memudahkan mendapatkan pekerjaan atau berwirausaha sehingga tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi orang lain,” pungkas Yurzi.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Kopi yang juga menjabat Kabid Ketenagakerjaan Dewi Yanti, S.I.P, M.M mengatakan, kegiatan pelatihan kopi tersebut dilaksanakan selama enam hari terhitung Rabu-Senin (5-10/8)

Masih kata dia,  pelatihan kopi bertujuan untuk memberikan keterampilan dasar pengolahan kopi bubuk, khususnya proses Sangrai (Roasting Kopi), sehingga dengan keterampilan tersebut para peserta didik dapat lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan atau berwirausaha di bidang kopi.

“Materi pelatihan terdiri dari  teori dan praktek dengan perbandingan 25% teori dan 75% praktek yang terdiri dari dasar dasar pengenalan kopi, pemilahan kualitas kopi, Roasting Kopi dan pengemasan kopi,” ucap Dewi

Seraya menambahkan,  peserta pelatihan lima orang  berasal dari  Kecamatan Balik Bukit sedangkan instruktur pelatihan ada dua orang berasal dari kalangan IKM Kopi yang ada di Kabupaten Lambar. (lus/mlo)



Pos terkait