Pemkab Lamteng Upayakan Pembelian Rapid Gen dan PCR Tangani Covid-19

  • Whatsapp
Foto MLO

Medialampung.co.id – Pemkab Lampung Tengah akan mengupayakan pembelian rapid gen dan PCR untuk mengetahui pasien positif atau negatif Covid-19. Hal ini diungkapkan Asisten I Pemkab Lamteng Kusuma Riyadi mewakili Bupati Loekman Djoyosoemarto dalam Analisa dan Evaluasi (Anev) Satgas Operasi Aman Nusa II Krakatau Covid-19 di aula Rupatama Sutan Cakra Buana Polres Lamteng. 

“Kita akan upayakan pengadaan rapid gen. Nanti bisa dilihat apakah diperoleh dengan mudah atau susah dengan tingkat akurasinya bisa mencapai 80 persen. Kemudian pembelian PCR dengan cepat.  Juga dalam pendistribusian biaya untuk tim pemakaman sesuai protokol Covid-19 serta untuk TNI-Polri yang akan mengadakan operasi agar gugus tugas dengan cepat membuat aksi dan reaksi sesuai kebutuhan anggaran Covid-19 yang dibutuhkan dalam penanganannya,” katanya.

Bacaan Lainnya



Sedangkan Kadiskes Lamteng dr. Otniel Sriwidiatmoko menambahkan, permasalahan penentuan positif kepada seseorang pasien dan negatif melalui rapid test bukan golongan standar untuk menentukan penyakit Covid-19. “Hasil swap merupakan penentuan pasien positif atau negatif. Tapi ada kelemahan dalam hasil swap. Yakni lamanya hasil diagnosis standar swab dengan waktu mencapai 1 sampai 2 minggu serta penentuan alat telah ditunjuk oleh Kemenkes RI,” ujarnya.

Diskes Lamteng, kata Otniel, telah melakukan tracing terhadap masyarakat dengan riwayat perjalanan seseorang dari dalam daerah yang dikatakan zona merah. “Tracing sudah dilakukan. Penentuan hasil positif dan negatif masih ditentukan oleh Tim Gugus Tugas Provinsi Lampung. Ini karena keterbatasan alat laboratorium sehingga penentuan hasil tidak bisa cepat. Alat yang dimiliki oleh kabupaten hanya terbatas, tidak secara cepat dalam menentukan hasilnya. Kendala kondisi laboratorium hanya dimiliki di provinsi dan terkadang melakukan penentuan hasil di laboratorium Jakarta atau Palembang. Alat yang digunakan screening awal dimiliki oleh Diskee adalah rapid test dengan antibodi,” katanya.

Pasien yang meninggal dengan historis maupun riwayat ODP dan PDP, kata Otniel, dimakamkan sesuai SOP pemakaman Covid-19. “Pemakaman ODP maupun PDP sesuai SOP pemakaman Covid-19. Masalah pengadaan pembelian alat rapid antigen akan dilakukan oleh Diskes Lamteng secara Langsung,” ungkapnya.

Anev yang dipimpin Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro juga dihadiri Dandim 0411/LT Letkol CZI Burhanuddin, Kepala BPBD Lameng Guntur Napitupulu, PJU Polres Lamteng, Pabung Kodim 0411/LT, anggota DPRD, serta tenaga kesehatan Lamteng kurang lebih 30 orang. (Sya/mlo)



Pos terkait