Pemkab Pringsewu Telusuri Temuan Pengolahan Daging Beku Tak Berizin

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sidak menjelang hari raya Idul Fitri, Tim pengawasan barang beredar dan berbahaya Pemkab Pringsewu bersama Balai Pengawasan obat dan makanan (BPOM) Bandarlampung menemukan gudang pengolahan pembekuan daging Sapi yang diduga belum melengkapi izin.

Tim Pemkab terdiri dari Dinas Koperindag, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perizinan dan Satpol PP beserta unsur Polri dan TNI diikuti kepala Diskoperindag, Bambang Suhermanu, Kepala Dinas Ketahan Pangan, Iskandar, Asisten II Masykur langsung melakukan penelusuran terhadap pengolahan daging beku di kelurahan Fajar Esuk Kecamatan Pringsewu tersebut.

Bacaan Lainnya


“Setelah Kita melihat ada beberapa yang harus dibenahi oleh pemiliknya. Karena, dari proses pendirian memang belum lengkap,” terang Asisten Ekobang Sekretariat Pemkab Pringsewu, Drs. Masykur Hasan MM saat melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) pengawasan barang beredar dan berbahaya di Kabupaten Pringsewu, Senin (3/5). 

Lanjut Masykur, temuan ini menjadi pekerjaan rumah (PR) untuk bagaimana proses Standar Operasional Prosedur (SOP) mekanismenya akan dipelajari bersama dinas terkait.

“Baru diketahui hari ini informasi dari masyarakat bahwa ada pembekuan daging,” ungkapnya.

Pihaknya sedang mengkroscek dari proses izin dan lainnya akan dikoordinasikan dengan dinas terkait. 

“Jika pada akhirnya ditemukan tidak sesuai standar dan prosedur yang berlaku akan diberikan sanksi,” tegasnya.

Kepala BPOM Bandar Lampung, Sukriadi Darma, menjelaskan disetiap penyimpanan pembekuan daging harus dipantau dicatat setiap hari suhunya.

“Itu nama monitoring suhu maka tadi saya tanya kan tidak ada,” ungkapnya. 

Kemudian pencatatan suhu itu harus dikalibrasi, artinya alat itu disesuaikan apa yang diharapkan. 

“Adanya temuan ini komitmen BPOM di Lampung bersama Pemda termasuk Pringsewu bahwa ingin melindungi masyarakat dari makanan yang berisiko berbahaya terhadap kesehatan,” ucapnya.

Dikatakannya seorang pengusaha harus melalui proses perizinan yang sudah diatur oleh pemerintah baik di daerah dan pusat. 

“Nah kalau itu dilalui kita bisa tahu menjamin mutu dan keamanan,” terangnya. 

Dari hasil pengamatan di gudang pembekuan daging di katakan Sukriadi Darma proses pembuatan, tempat penyimpanan ada ketidaksesuaian. 

“Sehingga akan kita dampingi supaya ke depan dapat berusaha dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu Pemilik Pengolahan Pembekuan Daging, Kurniawan mengapresiasi pemkab Pringsewu yang telah melakukan pembinaan dan bimbingan usahanya. 

“Saya ucapkan terimakasih kepada Pemda atas pembinaan dan bimbingannya. Karena, kami sebagai masyarakat biasa kalau tidak ada bimbingan dari dinas terkait pasti kita nggak tahu,” akunya. 

Menurutnya dengan sudah diarahkan seperti ini pasti sebagai masyarakat atau pelaku usaha bakal mengikuti aturan yang berlaku. 

“Sekarang sudah tahu, saat ini kita sedang proses mengajukan SIUP,” singkatnya. 

Untuk diketahui Tim pengawasan barang beredar dan berbahaya Pemkab Pringsewu bersama BPOM Bandarlampung juga melaksanakan sidak ke sejumlah tempat seperti di Pasar Induk Pringsewu mengambil sampel 26 jenis makanan dengan hasil negatif tidak ditemukan bahan berbahaya. Kemudian juga ke sejumlah minimarket dan Supermarket di Pringsewu.(sag/rnn/mlo)




Pos terkait