Pemkab Seluma Kunjungi Lambar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemkab Seluma Provinsi Bengkulu melakukan kunjungan kerja (Kunker) terkait penetapan cagar budaya/objek wisata rumah adat/tradisional ke Kabupaten Lambar, Jumat (24/7).

Kedatangan rombongan yang dipimpin Asisten Administrasi Sekretariat Pemkab Seluma Marhakidinata, S.Pd, M.M itu disambut langsung Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Akmal Abdul Nasir, S.H beserta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

Bacaan Lainnya



“Kami ucapan selamat datang dan penghargaan yang tinggi kepada bapak Marhakidinata beserta jajarannya di Kabupaten Lambar  Beguai Jejama, Bumi Sekala Bekhak, Negeri asal para sai Batin, yang sejak dahulu kala telah memiliki budaya yang tinggi, kaya akan nilai-nilai luhur yang hidup berkembang dan tumbuh subur di setiap segi kehidupan masyarakatnya,” ujar Sekkab Lambar Akmal Abdul Nasir mengawali sambutannya.

Kata Akmal, Kabupaten Lampung barat adalah salah satu kabupaten dari 15 kabupaten kota di Provinsi Lampung. Ibu kota kabupaten ini terletak di Liwa. terdiri dari 15 Kecamatan, 131 Pekon dan 5 Kelurahan. Kabupaten Lampung Barat dibentuk berdasarkan Undang-Undang No.6/1991 tanggal 16 Agustus 1991 yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Lampung Utara. 

Luas wilayah Lampung Barat adalah 2064,4 KM2 .Adapun Batas-batas wilayah administratif Kabupaten Lampung Barat adalah Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten dengan Ogan Komering Ulu Selatan (Provinsi Sumatera Selatan), sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Pesisir Barat, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Way Kanan dan Kabupaten Tanggamus, serta sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pesisir Barat.

Secara Topografi, lanjut Akmal,  Kabupaten Lampung Barat terbagi menjadi dua yaitu daerah berbukit dengan ketinggian 600 meter sampai dengan 1000 meter dari permukaan laut, meliputi Kecamatan Balik Bukit dan Sumber Jaya. Serta daerah pegunungan dengan ketinggian 1000 meter sampai dengan 2000 meter dari permukaan laut meliputi sebagian besar Kecamatan Belalau, Sekincau dan lainnya. 

“Sebagian besar wilayah Lampung Barat berlereng miring sampai sangat terjal sebesar 70% dari seluruh luasan wilayah Lampung Barat,” imbuhnya. 

Masih kata dia, hasil Sensus 2018, penduduk Kabupaten Lampung Barat berjumlah 300.703 jiwa yang terdiri atas 159.636 jiwa penduduk laki-laki dan 141.067 jiwa penduduk perempuan. Dengan sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani dengan bekerja di kebun dan ladang masing masing setiap harinya. Suku bangsa yang mendiami Kabupaten Lampung Barat antara lain Suku Lampung, Jawa, Sunda, Semendo, Padang dan Batak.

“Motto Kabupaten Lampung Barat adalah BEGUAI JEJAMA yang bermakna Rasa persatuan dan kesatuan untuk bekerja bersama, tolong menolong dan bergotong royong membangun daerah Lampung Barat tanpa memandang asal dan suku bangsa,” paparnya.

Dengan kondisi topografinya, kata Akmal, menjadikan Kabupaten Lampung Barat kaya akan potensi pertanian, perkebunan, kehutanan, pariwisata, panas bumi dan sebaran cagar budaya. Potensi perkebunan yang paling utama adalah kopi robusta, berbicara kopi robusta tentunya berbicara juga tentang Kabupaten Lampung Barat. 

Saat ini  produksi kopi Kabupaten  Lampung Barat berjumlah lebih dari 100.000 ton per tahun dan merupakan penyumbang ekspor kopi terbanyak di Provinsi Lampung.

“Untuk potensi pariwisata, Kabupaten Lampung Barat memiliki lebih dari 75 destinasi dan 22 diantaranya telah dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata, sehingga menjadi aneka destinasi wisata yang wajib dikunjungi bagi para wisatawan atau siapapun yang berkunjung,” imbuhnya.

Lebih jauh Akmal mengungkapkan, terkait kekayaan cagar budaya, Lampung Barat memiliki banyak tinggalan-tinggalan baik berupa benda, bangunan maupun situs cagar budaya yang menunjukkan tingginya kebudayaan pada masa lalu. Selain situs – situs cagar budaya seperti Situs Megalitik Batu Berak dan Situs Batu Jagur yang telah memiliki nomor registrasi nasional dan SK Menteri.

“Kabupaten Lambar juga memiliki bangunan-bangunan cagar budaya berupa rumah-rumah tradisional dan lain lain, yang keberadaannya saat ini juga mendapat perhatian dari Pemkab Lambar tiap tahunnya. Saat ini ada delapan rumah adat dan tradisional yang dibantu dalam rangka pemeliharaan untuk tetap menjaga kelestarian keberadaannya,” pungkas Akmal seraya menambahkan, semoga kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini akan menambah makna dan komitmen kita untuk peduli dalam pengelolaan Cagar Budaya khususnya bagi Kabupaten Lambar dan Kabupaten Seluma sebagaimana yang menjadi tujuan pembangunan jangka panjang. (lus/mlo)



Pos terkait