Pemkab Sosialisasikan Rencana Aksi Nasional P4GN

  • Whatsapp
Pemkab Pesbar melalui Bagian Kesra Setdakab setempat, menggelar sosialisasi rencana aksi nasional P4GN dan prekusor narkotika, yang dilaksanakan di GSG Selalaw Kecamatan Pesisir Tengah - Foto Yayan

Medialampung.co.id Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah setempat, menggelar sosialisasi rencana Aksi Nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan prekusor narkotika, di GSG Selalaw Kecamatan Pesisir Tengah, Rabu (23/10).

Hadir dalam kesempatan itu, Plt. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pesbar Ir. N. Lingga Kusuma, M.P., Kasi Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung Edy Marjoni, perwakilan OPD di lingkungan Pemkab setempat, perwakilan dari Kecamatan, Organisasi Masyarakat, serta perwakilan siswa SMA, SMK dan MA yang ada di Kecamatan Pesisir Tengah.

Bacaan Lainnya



Bupati Pesbar, Dr. Drs. Hi. Agus Istiqlal, S.H, M.H., yang diwakili Sekkab Setdakab Pesbar, N. Lingga Kusuma, mengatakan, berdasarkan data yang diluncurkan oleh BNN, pengguna narkoba di Indonesia saat ini mencapai sekitar 4,5 juta jiwa. narkoba telah menjadi penyakit yang kian mewabah dan dapat menjangkiti siapapun.

“Dampak buruk narkoba meresahkan semua pihak, dengan banyaknya jumlah penduduk dan wilayah yang amat luas, Indonesia menjadi pangsa pasar besar bagi peredaran narkoba,” ungkapnya.

Karena itu, dalam mengantisipasi peredaran narkoba bukan hanya menjadi tugas aparat berwenang, melainkan tugas seluruh masyarakat, termasuk Pemerintah Daerah. Dengan terbitnya instruksi Presiden No.6/2018 tentang rencana aksi nasional P4GN dan prekursor narkotika menjadi payung hukum untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Ditambahkannya, agenda utama yang dapat diselenggarakan seluruh Kementerian, lembaga negara dan Pemkab dibidang pencegahan antara lain sosialisasi bahaya narkoba kepada pegawai, pembentukan regulasi tentang P4GN, pelaksanaan tes urine dan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba. Bentuk implementasinya adalah secara aktif menyelenggarakan sosialisasi pada stakeholder terkait serta di lingkungan sekitar, seperti sekolah dan kampus.

“Karena kedua lokasi ini sangat rawan terhadap pemasaran narkoba. Penyebabnya yakni anak muda memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga mendorong mereka untuk mencoba hal-hal baru,” jelasnya.

Dikatakannya, kegiatan itu diharapkan dapat diikuti dengan baik oleh seluruh peserta sosialisasi, sehingga dapat diwujudkan di lingkungan kerja, keluarga, maupun masyarakat. Sebagai manusia yang beriman, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar Pemda untuk melindungi masyarakat khususnya generasi muda Kabupaten Pesbar dari bahaya narkoba dan sejenisnya.

“Pemkab berharap agar kedepan para peserta sosialisasi ini bisa memberikan pemahaman ke masyarakat tentang bahaya narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, Edy Marjoni, menyampaikan pencegahan penyalahgunaan narkoba merupakan suatu proses perubahan perilaku manusia dan seluruh aspek kepribadiannya yang meliputi pola pikiran dan aspek pengetahuan (kognitif), sikap (efektif) dan keterampilan (psikomotorik), untuk memperkuat daya tangkal individu dengan cara informasi, advokasi atau kampanye, edukasi atau pendidikan dan program alternatif lainnya.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tangkal individu terhadap penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)



Pos terkait