Pemkab Tanggamus Terus Kembangkan Ekonomi Kerakyatan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemkab Tanggamus akan terus mengembangkan dan membina konsep ekonomi kerakyatan dari bawah. Agar ketahanan ekonomi kerakyatan kedepan semakin kuat. 

Hal ini disampaikan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Tanggamus, Hamid H. Lubis ketika dikonfirmasi pada Jumat (19/3). 

Bacaan Lainnya


Diterangkan Hamid H. Lubis, bupati dan wakil bupati melalui program 55 aksinya akan terus melakukan pembangunan di berbagai bidang. 

Salah satunya mengupayakan untuk mewujudkan Kabupaten Tanggamus swasembada daging. 

Nah, lanjut Sekkab terkait hal tersebut Pemkab Tanggamus akan terus berupaya secara bertahap dan berkelanjutan, bagaimana kedepan Kabupaten Tanggamus tidak hanya sekedar berbicara meningkatkan produksi daging, tapi lebih luas lagi bagaimana agar bisa swasembada daging. 

Dicontohkannya, seperti di Provinsi Jawa barat masyarakatnya pertahun membutuhkan ratusan ribu ekor sapi.

Sementara Kabupaten/kota di provinsi itu hanya mampu menyanggupi kebutuhan sekitar 300 ribu ekor sapi. Masih kurang sekitar 700 ribu lebih sapi yang belum dapat dipenuhi. 

“Nah, bayangkan kalau Tanggamus bisa bekerjasama dengan Jawa Barat untuk memenuhi kekurangan kuota sapi tersebut, separuhnya saja, petani kita pasti makmur,” tuturnya. 

Itu baru sektor peternakan belum berbagai sektor lain, seperti pertanian, bawang putih, bawang merah dan lainnya. 

Untuk itu, guna terus mengembangkan ekonomi kerakyatan Pemkab Tanggamus juga akan memfungsikan dan menghidupkan kembali koperasi. Salah satunya dengan melakukan uji klinis percontohan terhadap beberapa koperasi. 

Melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan akan ditunjuk beberapa koperasi untuk dilakukan uji klinis.

“Pola baru ini merupakan semacam uji klinis penyehatan koperasi,” sebut Hamid. 

Lebih jauh ia menambahkan, pada uji klinis tersebut akan dilakukan pembinaan, terkait membangun komunikasi antara koperasi dan perbankan. 

Jalinan komunikasi dengan perbankan ini penting, karena menyangkut permodalan. Selanjutnya pembenahan SDM dan manajemen.

“Karena kedepan diharapkan koperasi dapat menjadi penjamin bagi investasi antara investor dan para kelompok tani di berbagai bidang. Seperti, bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan dan lainnya,” pungkasnya. (ehl/mlo)




Pos terkait