Pemkot Bandarlampung Bakal Berikan Santunan untuk Keluarga Shakeel

  • Whatsapp

Medialampung.co.id Keluarga bocah yang hanyut di aliran drainase di Gg Bukit 1, Jl. Hayam Wuruk, Kelurahan Kebun Jeruk, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Minggu (16/5) akan diberikan santunan dalam bentuk uang senilai 20 juta.

Walikota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan hal itu usak sidak di Gedung Satu Atap pada Senin (17/5).

Bacaan Lainnya

“Bunda akan memberikan santunan senilai 20 Juta sebagai rasa simpati Bunda kepada pihak keluarga korban dan juga berdoa semoga bocah malang yang hanyut bisa secepatnya ditemukan,” ungkap walikota yang akrab disapa Bunda Eva tersebut.

Sementara itu, hingga Senin (17/5) siang, proses pencarian Shakeel belum membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan yang menyisir saluran drainase tempat Shakeel dilaporkan hilang terkendala dengan banyaknya tumpukan sampah.

Sampai saat ini Tim SAR berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandarlampung untuk pembersihan sampah yang menumpuk di saluran drainase. 

Pembersihan ini untuk mengantisipasi jika korban tidak terlihat karena tertutup tumpukan sampah.

Kepala BPBD Kota Bandarlampung Syamsul Rahman menuturkan, pihaknya akan terus melakukan pencarian sampai korban ditemukan sesuai instruksi walikota.

“Pencarian terakhir kita pusatkan di Ketapang nanti kita akan menerjunkan semua tim,” ujarnya

Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Provinsi Lampung Basri menjelaskan, Tim pencarian terdiri dari Basarnas Lampung, BPBD, TNI, Polri, Tagana, DLH dan PU kota Bandarlampung dengan jumlah total 185 anggota yang dibagi dalam 4 tim.

Tim pertama melakukan pencarian di selokan Flyover, Tim kedua ke arah drainase Rumah Sakit Graha Husada, Tim Ketiga menyusuri aliran sungai Jl. Sultan Slamet ke arah Bukit Campang, sedangkan Tim Keempat dari Bukit Campang ke Kali Koala.

“Jadi kita sekarang ini sedang evaluasi karena pencarian terkendala dengan tumpukan sampah di drainase. Untuk pencarian ini kalau sesuai SOP butuh waktu Tujuh hari namun kita akan terus berusaha untuk menemukan korban,” pungkas Basri.(*/mlo)


Pos terkait