Pemkot Bandarlampung Gelar Sosialisasi Pencegahan KDRT dan TPPO

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemkot Bandarlampung bersama Lembaga Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPPA) menggelar sosialisasi pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak dan TPPO berlangsung di Ruang Tapis Berseri Pemkot Bandarlampung. 

Bacaan Lainnya

“Bunda berterimakasih kepada Dinas PPPA yang terus memotivasi perempuan dan anak, selalu berhati-hati dimana saja,” kata dia kepada Medialampung.co.id, Kamis (4/11) 

Walikota Eva Dwiana mengajak masyarakat untuk melaporkan tindak kekerasan perempuan dan anak kepada aparat pemerintah dan aparat penegak hukum dan jangan ini menjadi pembiaran.

“Kita tidak ingin ada lagi kejadian KDRT terhadap perempuan dan anak, mangka dari kita perkuat dari lingkungan kita, jika melihat KDRT langsung lapor ke pamong dan petugas setempat,” jelasnya

Khusus TPPO, Walikota perempuan pertama di Bandarlampung ini mengingatkan masyarakat untuk tidak terbujuk dengan janji-janji manis oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Apapun janji-janji manis yang belum kita ketahui, sebaiknya diselidiki dulu. Jangan nanti uang sudah keluar nggak tahunya terjadi hal yang tidak-tidak,” kata dia.

Sementara, Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Anak (LAdA) DAMAR Lampung, Selly Fitriani, menuturkan tingkat kekerasan perempuan dan anak di Lampung hingga periode Oktober 2021 sebanyak 783 kasus.

Terdiri dari kekerasan fisik 177 kasus, kekerasan psikis 161 kasus, kekerasan seksual 381 kasus, eksploitasi seksual 4 kasus. Kemudian TPPO 10 kasus dan penelantaran 16 kasus.

“Dari jumlah itu, wilayah terjadinya kekerasan memang Bandarlampung yang tertinggi, ada 132 kasus,” terang Selly.

Menurut dia, tingginya kasus kekerasan perempuan dan anak itu karena munculnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan tindak kekerasan yang dialami dan kemudahan akses informasi.

“Kesadaran masyarakat sudah terbangun dan memahami bahwa kekerasan perempuan dan anak ini bukan suatu hal yang tabu dilaporkan,” tandasnya (jim/mlo)

Pos terkait