Pemkot Bandarlampung Gelar Vaksinasi Serentak di 31  Puskesmas, Kodim dan Polresta

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemerintah Kota Bandarlampung menyediakan 10.000 dosis vaksin Covid-19 merk Sinovac untuk dua kali penyuntikan. 

Sebelumnya di hari pertama vaksinasi yang diikuti warga lansia juga dihadiri Walikota Bandarlampung Eva Dwiana dan Kepala Dinas Kesehatan, Edwin Rusli, di 5 kecamatan yaitu Panjang, Bumi Waras, Telukbetung Barat, Telukbetung Timur, dan Telukbetung Selatan.

Bacaan Lainnya

Pemkot Bandarlampung mewajibkan lansia untuk menjalani vaksinasi Covid-19 dengan jemput bola.

Setelah vaksinasi lansia dan kader penunjang selesai, Eva Dwiana berencana melakukan vaksinasi bagi masyarakat Bandarlampung lainnya yang berusia 18-59 tahun

Eva Dwiana mengimbau bagi masyarakat yang telah menerima vaksin Covid-19 untuk tetap memakai Protokol Kesehatan.Ia juga  meminta warga yang sudah divaksinasi Covid-19 menjadi Satgas Covid-19 di lingkungan masing-masing dan turut menyosialisasikan Protokol Kesehatan (Prokes) 3M; memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, dan menjaga jarak.

Himbauan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi 3.390 masyarakat usia 18-59 tahun dalam rangka HUT Ke-339 Kota Bandarlampung, Senin (21/6), di Kantor Pemkot setempat.

“Mudah-mudahan adik-adik, bapak/ibu, yang ada pada saat ini bisa menyosialisasikan pakai masker. Ayo kita sosialisasikan semakin ketatnya prokes dan jangan takut atau malu pakai prokes,” kata Eva Dwiana.

Vaksin Covid-19 merk Sinovac diberikan secara bertahap, dosis 1 dan 2 dengan interval waktu 28 hari. Walikota berharap warga yang akan divaksinasi menjadi Satgas Covid-19.

“Kalau semua kita menjadi Satgas Covid-19 Bunda yakin Bandarlampung masuk Zona Hijau dan program pembangunan Bandarlampung bisa berjalan,” ujar dia.

Eva Dwiana meminta warga tidak meremehkan pandemi Covid-19, dia juga meminta camat dan masyarakat memperhatikan warga yang belum divaksinasi agar segera mengikuti vaksinasi.

“Jangan main-main atau meremehkan bagi yang sudah divaksin tetap pakai Protokol Kesehatan Covid-19. Bunda paham masyarakat banyak yang jenuh pakai masker tapi (vaksinasi) ini harus kita lakukan,” tegas dia.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Edwin Rusli, menjelaskan jika vaksinasi Covid-19 merupakan ikhtiar untuk memberikan kekebalan kepada masyarakat sampai terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity sehingga angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19 dapat ditekan.

“Kegiatan penanggulangan Covid-19 selain vaksinasi juga dilakukan berbagai pendekatan yaitu 3M memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak. Kemudian 3T yaitu tracing, testing, treatment dengan tujuan memutus rantai penularan Covid-19,” katanya 

“Vaksinasi Covid-19 dalam rangka HUT Ke-339 Kota Bandarlampung berlangsung serentak di 31 Puskesmas yang tersebar di 20 kecamatan, dengan total 3.390 untuk Pemkot.kita bagi juga ke Polresta 1000 Vaksin .untuk di kodim 1000,” lanjut Eva Dwiana

Kementerian Kesehatan merilis data per tanggal 8 Mei 2020 terkait 4.986 kabupaten/kota yang rawan penyebaran Covid-19 se-Indonesia.

Di Kota Bandarlampung dengan 20 kecamatan terdapat satu kecamatan rawan tinggi, 17 kecamatan rawan sedang, dan 2 kecamatan rawan rendah penyebaran Covid-19.

Kecamatan Rawan Penyebaran Covid-19 kategori tinggi (High) Sukarame.

Kemudian kategori sedang (Medium) yaitu Kecamatan Langkapura, Tanjungkarang Timur, Rajabasa, Kemiling, Telukbetung Barat, Labuhan Ratu, Tanjungkarang Barat, Kedaton, Way Halim, Telukbetung Utara, Kedamaian, Telukbetung Selatan, Sukabumi, Panjang, Tanjungsenang, Tanjungkarang Pusat, Enggal.

Sementara kategori rendah (Low) Kecamatan Bumi Waras dan Telukbetung Timur.(jim/mlo)




Pos terkait