Pemkot Bandarlampung Gelontorkan Rp50 Miliar Guna Penanganan COVID-19 di 2021 

  • Whatsapp
Kepala Bappeda Kota Bandarlampung, Khaidarmansyah

Medialampung.co.id – Pemerintah Kota Bandarlampung akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna percepatan penanganan COVID-19 pada Tahun 2021.

“Jadi khusus COVID-19, 50 miliar itu ada di dalam belanja tak terduga di DPRD Bandarlampung, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan BPD dan Dinas Sosial serta guna percepatan ekonomi Nasional (PEN),” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bandarlampung, Khaidarmansyah, Rabu (20/1).

Bacaan Lainnya


Menurutnya, dalam masa pandemi COVID-19 ini ada beberapa aspek yang menjadi fokus perhatian Pemkot seperti pembangunan di bidang kesehatan, dimana pemkot mengupayakan agar tenaga kesehatan tetap terjamin keselamatannya dalam menangani COVID-19.

“Jadi anggaran yang sudah kita alokasikan itu nantinya guna ketersediaan alat pelindung diri (APD), hand sanitizer, desinfektan bahkan kita juga alokasikan untuk vaksin,” bebernya. 

Kemudian, lanjutnya tak kalah penting yakni jaring pengaman sosial di masa pandemi sebab seperti diketahui banyak masyarakat miskin di kota ini terdampak oleh COVID-19.yang masih belum menerima bantuan. 

“Jadi warga miskin di kota ini akan kita berikan bantuan beras seperti tahun lalu agar dapat meringankan sedikit beban mereka,” ucapnya

Sedangkan, kata dia, untuk mendukung PEN Pemkot Bandarlampung akan bekerjasama dengan Bank guna memberikan pinjaman modal tanpa bunga kepada para usaha mikro kecil menengah (UMKM). Agar pelaku UMKM bisa berkembang. 

“Untuk sasaran kita pada PEN ini UMKM, selain memberikan pinjaman modal juga pemerintah akan berupaya produk-produk mereka laku di pasaran bekerjasama dengan hotel, tempat penjualan oleh-oleh atau wisata. Kalau dia lakukan barang dan ekonomi ini berputar serta bisa membantu para pelaku UMKM dan membuka lapangan pekerjaan,” tambahnya.

Pihak pemkot akan memfokuskan pada pembangunan tempat pariwisata di masa pandemi COVID-19.untuk menunjang perekonomian daerah. 

“Walaupun dalam keadaan pandemi pariwisata harus tetap jalan namun dengan menerapkan protokol kesehatan ketat karena adanya wisata ekonomi kita tetap menggeliat sebab orang pasti beli oleh-oleh dan menginap di hotel dan tempat hiburan,” tutupnya.(*/mlo)


Pos terkait