Pemkot Bandarlampung Siapkan RSUD A. Dadi Tjokrodipo Sebagai Rujukan Pasien Covid-19

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemerintah kota Bandarlampung memberikan perhatian khusus bagi pasien Covid-19, dengan mempersiapkan Rumah Sakit Umum Daerah A. Dadi Tjokrodipo menjadi rujukan untuk Covid-19.

Bunda Eva Dwiana memberikan perhatian khusus kepada para tenaga kesehatan (nakes) di sejumlah rumah sakit yang berada di Kota Bandarlampung, dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung dr Edwin Rusli dan Plt Direktur RSUD A Dadi Tjokrodipo dr Yulita Tricia membagi-bagikan buah kepada para nakes di rumah sakit.

Bacaan Lainnya

Yaitu RSUD A Dadi Tjokrodipo, RS Bumi Waras, RS Advent, RSU Urip Sumoharjo, RS Imanuel, dan RS Graha Husada.

Dalam Kunjungannya di beberapa rumah sakit walikota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan sangat berterimakasih kepada para nakes yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Bandarlampung.

“Tetap jaga kesehatan karena masyarakat masih membutuhkan nakes yang luar biasa, Kita membagikan buah-buahan segar yang merupakan bentuk apresiasi Walikota kepada para nakes yang telah berjuang menurunkan tingkat kasus Covid-19 di Bandarlampung dan cukup luar biasa,” kata Bunda Eva.

“Saat rakor bersama Gubernur dan Bupati/Walikota se-Indonesia kemarin, Kota Bandarlampung tingkat penurunannya luar biasa. Tapi kalau mobilitas ya namanya kota besar. Tapi tetap harus pakai aturan PPKM,” ujar Eva Dwiana.

Walikota berharap masyarakat Kota Bandarlampung dapat menjadi satgas bagi diri, keluarga, dan lingkungannya di masa perpanjangan PPKM Level 4.

“Bunda berharap kepada seluruh masyarakat jadilah satgas untuk dirinya masing-masing karena melalui kita, insya Allah, semuanya sehat,” pintanya.

Sementara itu Plt Direktur RSUD A Dadi Tjokrodipo dr Yulita Trisia menerangkan, pihaknya telah menerima Surat Keputusan (SK) Walikota Bandarlampung mengenai hal ini. 

“Saat ini masih dalam persiapan,” ungkapnya saat dimintai keterangan

Yulita mengaku sudah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan tempat tidur. Namun fasilitas kesehatan lain masih dalam proses pemesanan.

Bunda Eva sudah menambahkan 30 kamar dari kita ada 20 sehingga menjadi 50 kamar.

“Untuk nakes, seperti perawat dan dokter sudah siap dan sudah menjalani pelatihan,” kata dia.

Meskipun akan menjadi RS khusus Covid-19, pihaknya masih menerima pasien umum rawat jalan.

“Sekarang ada 18 pasien Covid-19 yang isolasi dan dua ibu hamil isolasi,” ujarnya.(jim/mlo)


Pos terkait