Pemkot Bandarlampung Tegas Larang Masuk Kendaraan Luar Provinsi

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Satu kendaraan diputar balikkan oleh petugas di posko penyekatan arus mudik Idul Fitri 1442 H di Rajabasa, perbatasan Kota Bandarlampung dan Natar Lampung Selatan. 

Hal itu dilakukan karena satu warga asal Lampung Selatan yang terkonfirmasi Reaktif usai diperiksa petugas kesehatan dengan rapid test Antigen.

Bacaan Lainnya

Salah satu petugas medis dari Puskesmas Labuhan Ratu, Devi mengatakan, pemeriksaan rapid test Antigen di Posko Rajabasa mulai dilaksanakan sejak 29 April 2021.

“Dari 23 pelaku perjalanan, ada satu orang yang hasil rapid tes Antigennya Reaktif, dari Lampung Selatan,” ujar Devi di Posko Penyekatan Rajabasa.

Devi selaku Petugas Penyuluhan Puskesmas Labuhan Ratu mengatakan tidak semua pelaku perjalanan yang diperiksa kesehatan.

“Kita tanya apakah ada demam, nyeri tenggorokan, atau gejala lainnya. Kalau ada gejala kita rapid test Antigen, dan jika hasilnya Reaktif langsung diputarbalikkan,” kata dia.

Untuk Posko Penyekatan Rajabasa, lanjut Devi, Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung menyediakan 100 alat rapid test Antigen.

Devi mengatakan dirinya akan bertugas memberikan layanan gratis rapid test Antigen hingga 6 Mei 2021 di Posko Rajabasa.

“Kita bekerja shift-shiftan dari seluruh 31 Puskesmas se-Bandarlampung,” kata dia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung, Ahmad Nurizky menyampaikan, data Laporan Rekapan Kegiatan di Posko Penyekatan per tanggal 14 April-2 Mei 2021, Pukul 16.00-24.00 WIB.

Dia mengatakan sedikitnya 6.473 kendaraan distop dan 245 kendaraan putar balik di lima titik pintu masuk Kota Bandarlampung.

“Untuk Posko Rajabasa (64), Posko Lematang (50), Posko Sukarame (61), Posko Kemiling (17), Posko Panjang (53) kendaraan putar balik,” kata dia.

Sementara kendaraan plat luar Lampung yang paling banyak dihentikan berada di Posko Rajabasa yakni 1.498 kendaraan.

“Disusul Posko Sukarame (1.459), Posko Panjang (1.422), Posko Kemiling (1.219), Posko Lematang (875),” ujar Nurizky. 

Sementara itu, Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana juga mengatakan, bahwa ketegasan dari pemerintah kota untuk pengendara yang positif masih diputar balikkan.

“Ya diputar balikkan, namun kalau dia mau berobat memeriksa kan dulu ya tidak jadi masalah,” pungkas Walikota Bandarlampung Eva Dwiana


Pos terkait