Pemkot Liburkan 89 Sekolah dan Bentuk 2 Satgas

  • Whatsapp
foto ilustrasi

Medialampung.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro bersama Forkopimda semakin gencar mensosialisasikan virus Corona (Covid – 19), dimana pada Senin (16/3) telah melakukan sosialisasi di 89 sekolah baik SD maupun SMP yang ada di Bumi Sai Wawai.

Pemkot pun telah mengambil langkah untuk meliburkan 89 sekolah yang terdiri dari 27 SMP dan 62 SD baik negeri maupun swasta yang ada di Metro, serta membentuk satuan tugas (Satgas) Pencegahan dan Satgas Pengobatan.

Diungkapkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Ria Andari, peliburan 89 sekolah di Metro ini sebagai langkah untuk meminimalisir peredaran virus corona.

“Liburan disini bukan berarti siswa/i bisa bepergian keluar kota, mereka tetap dineri tugas selama libur, misal SD hari ini guru menyusun apa saja yang harus dikerjalan selama 14 hari kedepan, begitu juga SMP, setiap Matakuliah guru harus mempersiapakan dulu materi hari ini,”terangnya, Senin (16/3).

Untuk libur sendiri mulai dilakukan hari Senin (16/3) kedepan,”Ya hari ini memang disuruh masuk agar guru dapat memberikan materi yang harus dikerjakan siswa/i, tapi siang ini sudah pada pulang, dan akan dilakukan kontrol walau jarak jauh,”ungkapnya.

Sementara, Wali Kota Metro Achmad Pairin, mengaku telah membentuk dua satgas untuk melakukan penanganan Corona ini, yaitu Satgas Pengacegahan dan Pengobatan, “Kalau pengobatan terdiri dari tim kesehatan sudah dibentuk satu minggu lalu, kalau Satgas Pencegahan dari unsur Forkopimda, yang kita bentuk Sabtu (14/3) malam kemarin,”jelasnya.

Pihaknya pun telah gencar melakukan sosialisasi di lingkungan Pemkot Metro maupun di sekolah – sekolah. Sementara untuk di masyarakat Pemkot masih merencanakan pembuatan spanduk himbauan.

“Kita Forkopimda telah sepakat kalau ada kasus corona untuk tidak ada yang keluar dari Kota Metro dan Fokus menangani masalah Corona, untuk membahas apa yang dilakukan selama 14 hari kedepan,”ungkapnya.

Lalu saat ditanya apakah ASN turut diliburkan, Pairin pun menegaskan ASN tetap kerja, serata mengenai kegiatan ceremoni pihaknya mulai melakukan pembatasan,”Ya itu sifatnya fleksibel, kayak tadi pagi apel kita tiadakan,”terangnya.

Sementara mengenai anggaran, Pairin pun mengaku Pemkot belum mempersiapkannya, karena menurutnya sistem anggara melalui peraturan daerah, dimana APBD 2020 telah dirancang dan diparipurnakan pada 2019 lalu.

Namun ketika ada hal yang sangat mendesak dan harus ditangani melalui APBD, contohnya corona yang harus dibiayai pemerintah, meskipun belum disiapkan secara resmi, Pemkot akan tetap mempersiapkannya.

“Caranya kita buat surat ke DPRD sehingga di bahas pada ABT, kita ingin Metro baik, jadi jangan kwatir masalah anggaran, walau tidak dianggarkan tapi Pemda siap,”ungkapnya.

Ditambahkan Sekretaris Daerah Kota Metro A Nasir AT selaku yang ditunjuk sebagai juru bicara, menungkapkan bahwa penanganan biaya parawatan pasien corona seperti yang saat ini suspect corona di RSUD A Yani di tanggung oleh Negara, “Ya ditanggung negara biayanya,”tambahnya. (pip/mlo)



Pos terkait