Pemprov Pantau Kesiapan Pilkada Serentak 2020 di Kota Metro

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, M.Si, M.Kn, Ph.D., (Nunik) melakukan monitoring kesiapan Pilkada Serentak 2020 di Operation Room Setda Pemkot Metro, Kota Metro, Kamis (17/9). 

Pada kesempatan tersebut, Wagub Nunik menyampaikan beberapa catatan untuk menjadi perhatian, diwaspadai dan perlu diantisipasi saat berlangsungnya kontestasi lima tahunan itu. 

Bacaan Lainnya



Pertama, agar pelaksanaan tiap tahapan pilkada mampu menerapkan protokol kesehatan (prokes). 

Kedua melakukan antisipasi faktor gangguan alam seperti cuaca buruk, dan lainnya, serta mengantisipasi faktor keamanan seperti terorisme, separatisme, unjuk rasa, konflik komunal. 

Ketiga peningkatan kualitas Daftar Pemilih Tetap (DPT) agar dapat dimantapkan terutama terhadap masyarakat yang belum terdaftar maupun belum memiliki KTP-el dan surat keterangan, sehingga masyarakat yang telah memenuhi persyaratan sebagai pemilih dapat terdata dan dapat menggunakan hak pilihnya. 

“Kemudian, Anggaran untuk penyelenggaraan Pilkada serentak Tahun 2020, dan Metro sudah selesai terkait hal ini. Selanjutnya, mengantisipasi dan koordinasi dengan pihak keamanan terkait kelancaran distribusi logistik Pilkada,” ujar Nunik.

Hal penting lain yang disebutkan Nunik adalah melakukan antisipasi potensi konflik pada tahapan kampanye. Kemudian, melakukan antisipasi pada tahapan masa tenang kampanye pilkada. Serta antisipasi pada tahapan penghitungan suara.

Wagub Nunik juga mengimbau ASN untuk selalu bersikap Netral, dan bagi ASN yang melanggar agar dapat diberikan sanksi yang tegas.

Menurut Nunik, situasi Pilkada kali ini merupakan situasi yang tidak seperti biasa. Ini menjadi Pilkada pertama kita di tengah pandemi covid-19. 

“Bukan mudah, Karena secara ikhtiar pilkada adalah pesta demokrasi lima tahun sekali di suatu daerah dalam mencari pemimpin,” jelas Wagub Nunik. 

Oleh karena itu, Nunik berharap agar ada banyak ruang yang dibuka untuk bertemunya calon pemilih dengan calon yang dipilihnya. Tujuannya, agar jangan salah pilih. Karena di sisi lain, ada pandemi Covid -19.

“Situasi kita sangat rumit. Namun demikian, sampai dengan hari H Pilkada, kita akan mengupayakan sebaik mungkin. Apa yang bisa kita lakukan untuk dapat memaksimalkan Pilkada ini. Sehingga proses berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang mampu membangun daerah,” imbuhnya. (*/mlo)



Pos terkait