Pemugaran Tugu Rato Kotabumi Terkesan Mubazir

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pelaksanaan pemugaran areal di Tugu Rato Kotabumi dinilai mubazir.

Pasalnya, masih banyak yang perlu dibenahi, seperti akses penunjang moda transportasi masyarakat semisal jalan yang lebih dua tahun belakangan tidak tersentuh, namun pemerintah belum juga memprioritaskannya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kolam yang berada di bangunan Tugu Rato, Taman Olah Seni yang terletak di jalur dua Kotabumi sedang dilakukan pembangunan. Setelah membongkar seluruh areal kolam, mereka membangun menjadi taman baca.

Sementara, pembangunan kolam air mancur itu sendiri, menelan anggaran ratusan juta rupiah. Namun, pelaksana di lapangan kurang optimal, dikarenakan kolam hanya dimasuki air hujan yang membuat banyak jentik nyamuk. Selain itu, membahayakan warga yang berkunjung di wilayah itu, khususnya anak-anak yang ingin mandi di kolam air mancur tersebut.

Pantauan pembangunan areal Tugu Rato itu, saat ini terlihat beberapa pekerja sibuk membuat pondasi, yang rencananya akan dibuat seperti matahari itu.

Pembangunan tersebut, terkesan mubazir, padahal di lapangan masih banyak membutuhkan perhatian. Macam jalan yang berada di sekitar Kotabumi, seperti jalur dua Kebon Empat, Jalan Sriwijaya, Jalan Ahmad Tohir, jalan taman siswa dan banyak jalan protokol lainnya yang ada di wilayah kota Kotabumi lainnya.

Terlebih, di wilayah pedesaan yang mengalami rusak berat dan perlu adanya perbaikan jalan. namun dilapangan pemerintah sibuk membangun lainnya, yang kurang prioritas.

“Kita liat aja bang, jalan yang berada di Kotabumi dan sekitarnya. Cukup memprihatinkan, karena memang dua tahun belakangan tak ada pembangunan. Sementara pemerintah asyik membangun di tempat lain, seperti disini misalnya,” ujar salah seorang pengunjung, Syukri, Senin (7/12).

Padahal menurutnya, hal itu bila dioptimalkan masih dapat dipakai. Sementara itu, harus dibongkar dan mengganti dengan pembangunan yang baru. 

“Inikan masih bisa dibagusin, kalau cuma bongkar-membongkar begini anak kecil saja bisa. Coba diarahkan ke tempat lain, kan lebih bermanfaat. Inikan tidak, membongkar bangunan lama diganti dengan yang baru. Yang jadi pertanyaan, bagaimana perencanaannya,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampura, Syahrizal Adhar menampik hal tersebut.

Menurutnya, perbaikkan itu dilakukan untuk meningkatkan pemanfaatan bangunan di areal Taman Olah Seni Kotabumi itu. Sebab, bangunan lama dinilai tidak optimal serta dapat mendatangkan bencana bagi warga.

“Disitukan ada kolam yang berisi air, disana diisi dengan jentik nyamuk. Sehingga dapat mendatangkan penyakit, selain itu berbahaya bagi anak kecil karena kalau jatuh dapat tenggelam,” tambahnya.

Oleh karena itu, pihaknya berinisiatif merombaknya menjadi taman baca. Yang dipandang lebih baik pemandangannya, serta optimal pemanfaatannya oleh masyarakat.

“Jadi tahun ini bukan tak ada pembangunan, tapi khusus jalan dan jembatan itu tidak ada karena keterbatasan anggaran. Seperti misalnya irigasi, pembangunan taman baca Tugu Rato dan lainnya,” kata dia.(ozy/mlo)




Pos terkait