Pemulasaran dan Pemakaman Pasien Covid-19 Dilegasikan ke Kecamatan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Penanganan pemulsaran maupun pemakaman jenazah Covid-19 yang selama ini dilaksanakan Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Lamteng akan dilegasikan ke Satgas Covid-19 tingkat kecamatan.

Hal ini diketahui seiring simulasi pemulasaran maupun pemakaman yang dilakukan Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Lamteng bersama Dinas Kesehatan Lamteng di Lapangan Merdeka, Kecamatan Gunungsugih, Jumat (4/12).

Bacaan Lainnya


Asisten IIII Bidang Pemerintah dan Administrasi Pemkab Lamteng Sarjito menyatakan Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 bersama Diskes melaksanakan simulasi pemulasaran dan pemakaman jenazah pasien Covid-19.

“Simulasi dilakukan karena selama ini jika ada pasien Covid-19 meninggal diurus serta dimakamkan Satgas Kabupaten. Kita sudah membuat surat keputusan (SK) diturunkan ke Satgas tingkat kecamatan. Sekarang jika ada warga yang meninggal karena Covid-19 didelegasikan kepada Satgas tingkat kecamatan,” katanya.

Selama ini, kata Sarjito, relawan-relawan tingkat kecamatan belum tahu prosesnya. “Selama ini relawan-relawan di kecamatan belum tahu prosesnya. Makanya dilakukan simulasi supaya paham dan mengerti. Simulasi ini dihadiri perwakilan setiap kecamatan dua orang dan perwakilan beberapa perusahaan. Ini supaya tahu bagaimana mengurus jenazah Covid-19 dengan baik dan benar menurut syariat agama dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Sarjito melanjutkan, Satgas tingkat kecamatan harus memberikan pemahaman kepada masyarakat. “Perlu ditekankan kepada masyarakat, Covid-19 tidak harus ditakuti. Tapi, harus disikapi dan diwaspadai. Mari terapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Covid-19 nyata adanya dan harus diwaspadai,” tegasnya.

Sedangkan Kadiskes Lamteng dr. Otniel Sriwidiatmoko mengaku ada beberapa kendala atau permasalah jika ada pasien meninggal karena Covid-19. “Beberapa kendala atau permasalahan sering ditemukan. Ada keluarga pasien yang belum mengerti dan menolak pemakaman Covid-19 karena belum paham. Melalui pendekatan, kita melalui tokoh-tokoh agama dan masyarakat bisa diselesaikan,” ujarnya.

Sementara Ustad Ibrahim, perwakilan MUI Lamteng berharap Satgas tingkat kecamatan mensosialisasikan kepada masyarakat secara masif. “Simulasi ini diharapkan tim dari kecamatan mensosialisasikan kepada masyarakat secara masif. Ini agar tidak terjadi kesalahpahaman karena semua dilakukan secara prosedur dan standar. Sesuai syariat. Masyarakat nggak perlu khawatir. Terpenting prosedur kesehatan dilakukan secara disiplin,” ungkapnya. (sya/mlo)




Pos terkait