Penanganan Lamban, Jalan Nasional Nyaris Putus

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tingginya curah hujan yang berlangsung sejak sepekan ini mengakibatkan jalan nasional tepatnya di Tanjakan Suwok, Pemangku II Pekon Bedudu, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat amblas hingga mengancam terputusnya akses jalan.

Dari sisi penanganan, perangkat daerah maupun pihak terkait dinilai lamban dalam menindaklanjuti penanganan tersebut, padahal kerusakan telah berlangsung sejak awal tahun 2020 lalu hingga mengakibatkan areal perkebunan warga yang berada tepat di bawah jalur tersebut ikut terdampak.

Bacaan Lainnya

“Sebetulnya kerusakan sudah lama tapi karena dicuekin pemerintah, maka kondisinya semakin parah seperti ini, jika penanganan lamban bisa-bisa jalan ini putus,”cetus Regi salah seorang pengendara yang melintas.

Apalagi, kata dia, sebelumnya kerusakan ruas jalan ini sudah pernah diperbaiki namun hasilnya tak bertahan lama.

”Harapannya segera dilakukan penanganan, dan pemerintah tentunya harus betul-betul matang dalam melakukan penanganan, karena jalan ini sudah pernah diperbaiki tapi belum lama rusak lagi,” harapnya.

Menanggapi itu, Kabid Bina Marga Robert Putra, S.T, M.T, mewakili Kadis PUPR Ir. Sudarto mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) jalan nasional dan kini masih menunggu tindak lanjut dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

“Kita sudah koordinasi dan Hari ini (Kemarin Red) mereka baru turun lapangan dengan tim untuk mengecek dan menghitung rencana penanganan sekaligus memasang rambu-rambu agar pengendara waspada,” singkat Robert.

Sebelumnya, Kepala Pemangku II Waysemangka, Andi menyebut kerusakan yang terjadi juga diperparah oleh adanya aktivitas buang sampah sembarang hingga kerap menyumbat saluran drainase tersebut.

“Kondisi ini diperparah akibat tersumbatnya saluran drainase sehingga air meluap dan merusak jalan dan perkebunan warga, sumbatan disebabkan oleh tumpukah sampah rumah tangga dari wilayah atas yaitu Pekon Kejadian dan Pekon Kenali,” terangnya.

Sehingga, dengan kondisi itu, pihaknya berharap kesadaran masyarakat di dua pekon tersebut agar tidak membuang sampah di saluran drainase serta berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti kerusakan jalan yang kini semakin meluas sehingga mengancam putusnya bahu jalan.

“Kami minta kesadaran masyarakat supaya tidak membuang sampah di saluran drainase, karena kami yang berada di wilayah dataran rendah ini yang terkena dampaknya,” harapnya. 

Selain itu, terusnya, terkait areal perkebunan yang rusak akibat terjangan air tersebut, warga setempat telah lama menantikan perbaikan jalan amblas tersebut. Sebab, jika hujan tanaman kopi di areal perkebunan tersebut kerap tergenang.

“Setiap hujan memang aliran itu masuk ke lahan perkebunan warga sehingga menimbulkan longsor dan merusak tanaman kopi. Warga berharap perhatian pemerintah segera melakukan penanganan yang diharapkan betul-betul dilaksanakan secara matang mengingat jalan ini sudah pernah diperbaiki tapi rusak lagi,” harapnya.(edi/mlo)


Pos terkait