Pencapaian SPM Perlu Dukungan Semua Pihak

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung bersama Dinkes Kabupaten Lampung Barat,  menggelar advokasi sosialisasi gerakan deteksi dini faktor resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) dan percepatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) PTM Keswa,  yang dipusatkan di Aula Hotel dan Resto Sari Rasa, Kelurahan Waymengkau Kecamatan Balikbukit Selasa (20/10/2020).

Acara yang menghadirkan narasumber Kasi P2TM dan Keswa Dinkes Lampung Dr. Yeni Hasrita,   dibuka langsung oleh Asisten I Setdakab Lambar Drs. Wasisno Sembiring,   dihadiri oleh Kepala Dinkes Lambar Paijo, SKM, M.Kes., dan Kabid  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Ira Permatasari, S.Farm.Apt.,  dengan peserta berasal dari perwakilan Perangkat Daerah, puskesmas dan juga  sejumlah peratin di kabupaten setempat.

Bacaan Lainnya


Asisten I Setdakab Lambar Wasisno Sembiring  dalam menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya advokasi sosialisasi gerakan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular dan percepatan SPM PTM Keswa tersebut, ia mengajak para peserta untuk mengikuti acara dengan sebaik-baiknya dan menyerap ilmu yang disampaikan oleh narasumber.

”Pemkab Lambar sangat mendukung terselenggaranya kegiatan ini, semoga ini akan tersampaikan kepada masyarakat sehingga menumbuhkan pengetahuan masyarakat tentang PTM dan pencegahannya. Seperti yang kami lakukan saat ini mengumpulkan  perwakilan perangkat daerah, puskesmas, peratin dan pengelola program PTM yang tentunya agar informasi ini tersampaikan dan yang hadir dapat menjadi corong untuk menyampaikan kepada masyarakat yang lain terkait PTM,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi P2TM dan Keswa Dinkes Lampung Dr. Yeni Hasrita dalam menyampaikan materi terkait dengan advokasi pelaksanaan deteksi dini faktor risiko PTM di masyarakat. ”Dalam kegiatan ini  mengundang peratin juga, tentunya agar dapat menganggarkan pembelian bahan habis pakai seperti strip gula darah, karena dalam pencapaian SPM harus 100%, sehingga  jika tidak didukung oleh dana yang dikelola pekon akan sulit mencapai target,” ujarnya.

Selanjutnya, ia juga menjabarkan  tentang program unggulan Gubernur Lampung yakni   Posbindu PTM Cerdik Jiwa, yang merupakan pelayanan skrining kesehatan jiwa yang terdiri dari 20 indikator di dalamnya.

”Melalui Posbindu cerdik jiwa dapat segera dilakukan pencegahan faktor risiko sehingga kejadian PTM di masyarakat dapat ditekan.  Pencegahan PTM bisa dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian, mulai dari proses pembelajaran hingga menuju kemandirian,” bebernya.

Ia menjelaskan, secara teknis menjelaskan bahwa Posbindu cerdik jiwa ini bukan tugas tenaga kesehatan saja, namun masyarakat pun dituntut untuk terlibat. “Fungsi dari petugas kesehatan disini adalah untuk memicu agar masyarakat bisa melakukan pemeriksaan secara mandiri. Di dalam Posbindu PTM kita memberikan pembelajaran kepada kader bagaimana cara menggunakan tensimeter dan timbangan digital, serta banyak hal mengenai pengetahuan kesehatan,” imbuhnya. (nop/mlo)


Pos terkait