Pencemaran Limbah Mengkhawatirkan, TWNC Lakukan Uji Laboratorium

  • Whatsapp

Medialamping.co.id – Pencemaran limbah di perairan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) tepatnya di wilayah Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), dan sekitarnya, Minggu (12/9) hingga kini sudah mengkhawatirkan.

Staf Konservasi TWNC, Ardi Bayu Firmansyah, mengatakan hingga kini dampak pencemaran limbah di perairan tambling dan sekitarnya kini sudah pada tahap mengkhawatirkan.

Bacaan Lainnya

Bahkan, selain masih terapung di area Cagar Alam Laut (CAL), limbah itu juga banyak ditemukan disepanjang pantai dari Mercusuar sampai hingga pantai Sekawat sepanjang kurang lebih 20 Kilometer (Km).

“Dibeberapa titik, limbah itu sudah sampai ke wilayah hutan pantai, dan banyak yang masuk di muara sungai dan danau yang didominasi oleh tutupan habitat mangrove,” katanya, Selasa (14/9).

Dijelaskannya, saat melakukan survey di beberapa titik wilayah Tambling  juga ditemukan penyu yang terdampar lemas karena dampak dari limbah itu, bahkan ditemukan juga ada lobster yang mati. 

Limbah yang mencemari perairan wilayah Tambling dan sekitarnya itu berdampak pada hasil tangkapan ikan nelayan di Desa (Pekon) binaan (Enclave Pengekahan) yakni Pekon Way Haru Kecamatan Bangkunat, yang mengalami penurunan drastis terhadap hasil tangkapan ikan dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

“Sebelumnya, kami bersama warga diwilayah enclave pengekahan atau Dusun Pengekahan Pekon Way Haru sudah bergotong-royong secara sukarela membersihkan pantai dari limbah disepanjang pantai yang tercemar,” jelasnya.

Ditambahkannya, limbah yang berhasil dikumpulkan ke dalam karung dari pinggiran pantai saat itu langsung dibawa keluar area TWNC oleh petugas yang berwenang. Sedangkan, untuk jenis limbah yang mencemari perairan setempat belum diketahui pasti, karena bentuknya seperti minyak mentah (tarball) atau aspal berwarna hitam.

“Tapi saat ini kami masih melakukan pengecekan (uji laboratorium) untuk mengetahui jenis limbah itu,” kata dia. 

Ditambahkannya, pihaknya juga akan terus berupaya berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengusut tuntas pencemaran limbah tersebut agar pelaku bisa dihukum seberat beratnya, karena sudah menimbulkan dampak yang sangat buruk bagi lingkungan.

“Dampaknya tidak hanya di wilayah tambling, tapi juga terjadi di sepanjang pantai Lampung di sekitar Selat Sunda pun terjadi pencemaran limbah serupa,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait