Pendapatan Daerah Lambar Terealisasi Rp397 Miliar 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dampak adanya wabah virus corona (Covid-19), pendapatan daerah di Kabupaten Lambar saat ini ditetapkan sebesar Rp964 miliar lebih dari target sebelumnya Rp1,132 triliun lebih.

“Dari target sebesar Rp964 miliar lebih itu hingga akhir Mei telah terealisasi sebesar Rp397 miliar lebih atau 35,47 persen,” ungkap Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P, Jumat (12/6)

Bacaan Lainnya



Dijelaskannya, berkurangnya pendapatan daerah Lampung Barat tersebut sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan No.119/2813/SJ dan No.177/KMK.07/2020 tentang percepatan penyesuaian anggaran pendapatan belanja daerah tahun 2020 dalam rangka penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) serta pengamanan daya beli masyarakat dan perekonomian nasional serta Peraturan Menteri Keuangan No.35/2020 yang intinya diarahkan untuk belanja barang dan jasa dan modal dikurangi 50 persen.

“Sesuai dengan SKB dan PMK tersebut maka pendapatan daerah Lambar tahun ini berkurang sebesar Rp156 miliar lebih,” akunya

Rincian pendapatan daerah sebesar Rp964 miliar lebih itu, kata Daman, meliputi pendapatan asli daerah (PAD) ditarget Rp62 miliar lebih baru terealisasi sebesar Rp25 miliar lebih yang terdiri dari pendapatan pajak daerah, pendapatan retribusi daerah serta pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan

“Untuk pendapatan pajak daerah target Rp9,7 miliar lebih telah ada realisasi sebesar Rp3,3 miliar lebih, retribusi daerah dari target Rp4,2 miliar lebih baru terealisasi Rp913 juta lebih dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan target Rp4,4 miliar lebih baru terealisasi Rp3,971 miliar lebih,” imbuhnya. 

Selanjutnya, kata dia, untuk dana perimbangan dari target Rp680 miliar lebih baru terealisasi Rp296 miliar lebih, dan di dalam dana perimbangan ini terdiri dari bagi hasil pajak/bukan pajak, serta dana alokasi khusus (DAK).

Sedangkan lain-lain pendapatan yang sah dari target Rp221 miliar lebih baru terealisasi 75 miliar lebih.

“Kita berharap sebelum akhir tahun, target pendapatan daerah akan terealisasi sesuai dengan harapan, yaitu 100 persen bahkan lebi,” harapnya. (lus/mlo)



Pos terkait