Pendapatan Daerah Pesbar Diproyeksi Rp911 Miliar Lebih

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) memproyeksikan pendapatan daerah yang terangkum dalam nota pengantar Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan belanja (APBD) tahun 2022 mendatang mencapai Rp911,276 miliar lebih.

“Proyeksi pendapatan daerah di tahun 2022 itu mengalami kenaikan sebesar 1%, jika dibandingkan pendapatan daerah pada APBD tahun anggaran 2021 yakni sebesar Rp903,369 miliar lebih,” kata Bupati Pesbar Dr.Drs.Hi.Agus Istiqlal, S.H, M.H., saat mengikuti rapat paripurna DPRD Pesbar dengan agenda penyampaian nota pengantar rancangan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2022, secara virtual zoom meeting di rumah dinas bupati, Rabu (21/7).

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, peningkatan pendapatan daerah didapat dari asumsi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diproyeksikan sebesar Rp64,255 miliar lebih atau naik 5% dari tahun sebelumnya sebesar Rp61,094 miliar lebih. Kemudian, untuk pendapatan transfer secara umum diproyeksikan meningkat 1% dari tahun anggaran 2021, dengan asumsi pendapatan transfer sebesar Rp816,450 miliar lebih dari tahun sebelumnya yakni Rp812,303 miliar lebih.

“Selanjutnya untuk pos lain-lain pendapatan yang sah diproyeksi sebesar Rp30,570 miliar lebih. Kita berharap angka-angka ini dapat terkoreksi naik pada saat penyusunan RAPBD nanti,” jelasnya.

Kemudian, masih kata Agus, untuk belanja daerah pada KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2022 diproyeksikan sebesar Rp933,776 lebih atau naik 1% dibandingkan dengan belanja daerah pada APBD tahun anggaran 2021 sebesar Rp920,869 miliar lebih. Proyeksi kenaikan belanja daerah berasal dari belanja operasional yang naik 2% dengan asumsi sebesar Rp530,268 lebih dibandingkan pada tahun 2021 sebesar Rp521,926 miliar lebih.

“Pada pos belanja modal diproyeksikan akan meningkat menjadi Rp233,577 miliar lebih atau naik 2% dibanding tahun 2021 sebesar Rp228,075 miliar lebih,” ungkapnya.

Sementara itu, kata dia, untuk belanja tidak terduga diasumsikan pada angka Rp5 miliar. Sedangkan, untuk belanja transfer secara umum diproyeksikan akan mengalami kenaikan 0,04% dari Rp164,867 miliar lebih menjadi Rp164,930 miliar lebih. Selain itu, untuk proyeksi penerimaan pembiayaan berasal dari Silpa dari tahun sebelumnya sebesar Rp30 miliar dari sebelumnya pada APBD tahun anggaran 2021 sebesar Rp25 miliar lebih atau naik sebesar 17%.

Proyeksi pengeluaran pembiayaan diproyeksikan sebesar Rp7,5 miliar yang dipergunakan untuk penyertaan modal (investasi) daerah untuk BUMD PT. Krui Sukses Mandiri yang dianggarkan sebesar Rp2,5 miliar dan PT. Bank Lampung di anggarkan sebesar Rp5 miliar.

“Dari perhitungan penerimaan dan pengeluaran pembiayaan daerah itu, didapatkan pembiayan netto sebesar Rp22,5 miliar,” jelasnya.

Karena itu, pada KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2022 target pendapatan daerah sebesar Rp911,276 miliar lebih dan target belanja daerah sebesar Rp933,776 miliar. Sehingga perhitungan APBD Kabupaten Pesbar pada KUA-PPAS tahun anggaran 2022 mengalami defisit sebesar Rp22,5 miliar.

“Namun demikian defisit itu akan ditutup melalui surplus pembiayaan netto daerah, sehingga APBD tahun anggaran 2021 tetap akan mengalami anggaran seimbang pada angka Rp933.776.716.613,-,” tandasnya.(yan/d1n/mlo)




Pos terkait