Pendatang Masuk Lambar Lewat Jalur Sumberjaya Sebanyak  24 Ribu Orang 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tercatat hingga hari Ke 27, Senin (20/4), beroperasinya Posko pantau relawan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), pintu masuk Kabupaten Lampung Barat (Lambar) di hutan Pinusan, Kecamatan Suberjaya, sebanyak 24 ribu orang, 

Jumlah itu terhimpun baik dari luar Provinsi Lampung  (transmisi lokal) atau lingkup provinsi.

Bacaan Lainnya



Tim relawan Covid-19 yang juga Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Sumberjaya Subianto, S.Km., menyebutkan, dari jumlah tersebut diatas, khusus data transmisi lokal yang mayoritas dari wilayah Pulau Jawa tujuan ke Kabupaten Lambar sebanyak 1.707, dan yang hanya melintas Kabupaten Lambar dengan tujuan luar sebanyak 880.000.

“Yang lainnya banyak warga lambar yang kebetulan melintas dari Bandar Lampung atau Kabupaten Kota lainnya di Provinsi Lampung,” sebutnya 

Lanjutnya, semua yang di screening dalam kondisi sehat, tidak menunjukkan gejala-gejala Covid-19 pada umumnya seperti batuk, pilek dan suhu tubuh yang tinggi.

Namun, demikian para pendatang yang masuk ke Kabupaten Lambar dianjurkan ketika sampai ditempat masing-masing melaporkan diri ke petugas terdekat serta melakukan karantina mandiri minimal selama 14 Hari. 

“Semua warga yang masuk kami data identitas dan langsung kami koordinasikan dengan puskesmas masing-masing, lalu puskesmas juga berkoordinasi dengan pekon. Begitu juga sebaliknya data yang didapat pekon dan puskesmas di sampaikan kepada kami,” terangnya.

Ditegaskannya pembukaan posko akan diperpanjang hingga 29 Mei, atau setelah Lebaran Idul Fitri (ID), sesuai dengan instruksi pemerintah.

Sementara terkait kesiagaan puskesmas, pihaknya menyebutkan pelayanan kesehatan tetap berjalan seperti biasa, dimana jika ada warga yang sakit dan melakukan pengobatan di puskesmas tetap diberikan pelayanan, hanya saja tentunya antisipasi seperti jarak, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Masker tetap diwajibkan. 

Pihaknya juga menyebutkan Puskesmas Sumberjaya telah menyiapkan Ruang Khusus bagi warga transmisi lokal yang datang melakukan pengobatan.

“Penyiapan Ruangan khusus pasien transmisi lokal ini, juga sebagai antisipasi kalau ada pasien dari luar yang telah datang ke Sumberjaya melakukan pengobatan,” ujarnya. (rin/mlo)



Pos terkait