Penerbangan Dari dan Menuju Tiongkok Ditutup

  • Whatsapp
Kepala KKP Kelas II Panjang Marjunet Danoe

Medialampung.co.id – Mulai Rabu (5/2), penundaan penerbangan dari dan menuju Tiongkok resmi diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai melihat perkembangan penyebaran virus Corona.  Hal ini disampaikan Jokowi melalui akun Instagram pribadinya @Jokowi.

“Saudara-saudara kita WNI di Provinsi Hubei, Tiongkok, telah tiba di tanah air dengan selamat, pagi tadi. Alhamdulillah, mereka termasuk tim penjemput, akan melalui masa observasi selama 14 hari di Kepulauan Natuna, sebelum kembali ke keluarga masing-masing. Mengikuti perkembangan wabah virus Corona ini, Indonesia memutuskan untuk, pertama menunda seluruh penerbangan langsung dari dan ke daratan RRT mulai hari 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB.

Bacaan Lainnya



Kedua, semua pendatang yang tiba dari daratan RRT dan sudah berada di sana selama 14 hari, untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia. Ketiga, kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk warga negara RRT yang bertempat tinggal di daratan RRT untuk sementara dihentikan. Terakhir, pemerintah meminta warga negara Indonesia untuk sementara tidak melakukan per jalanan ke mainland China,” tulisnya.

Sementara pembatasan tersebut belum berlaku untuk kedatangan kapal melalui pelabuhan Internasional, begitu pun yang bakal sandar di Pelabuhan Panjang,  Bandarlampung. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) II Panjang Marjunet Danoe pada Senin (3/2).

“Instruksinya baru untuk penerbangan saja, kapal laut masih beroperasi sampai saat ini,” beber Marjunet.

Ia menilai, untuk kapal laut resikonya tidak sedahsyat penerbangan. Alasannya karena kru kapal hanya 20 orang, dan resikonya mudah dipantau.

“Misalnya ada kapal dari Beijing tangal 1, dijalan sekitar 6-8 hari ya makanya sangat mungkin diketahui jika terinfeksi. Kalau memang fisiknya kuat, ya kita akan tetap lakukan pencegahan yang seperti kita lakukan,” lanjutnya.

Meskipun tidak ditutup, Marjunet mengatakan saat ini lalu lintas kapal barang dari dan menuju Tiongkok sudah berkurang. “Walau nggak ditutup, memang lalu lintas kapal laut berkurang. Karena barang-barang yang diproduksi dari Tiongkok maupun yang di kirimkan ke Tiongkok sudah jauh berkurang. Kan mereka (Tiongkok) fokusnya ga bisnis namun  bagaimana mengatasi virus corona itu,” tandasnya. (rma/rnn/mlo)



Pos terkait