Penerima BPNT Keluhkan Saldo Kartu yang Kosong

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Saat pemerintah Kabupaten Waykanan gencar melakukan penanggulangan pandemi Covid-19 serta menyalurkan berbagai bantuan untuk membantu masyarakat, beberapa penerima bantuan BPNT justru mengeluhkan kerap kosongnya saldo yang ada di kartu mereka sebagai penerima saat melakukan transaksi di e-warung.

“Bulan Februari lalu saya tidak bisa melakukan transaksi di e-warung karena ternyata saldo kartu penerima BPNT saya kosong, kata pendamping Kecamatan saldonya akan dirapel di bulan selanjutnya, namun hingga bulan Mei ini saya belum menerimanya, jadi saya melaporkan hal itu kepada anggota BPK setempat,” ujar Nun warga Kampung Banjar Agung Kecamatan Baradatu kabupaten Waykanan.

Bacaan Lainnya



Saat dikonfirmasi, Sam’un selaku anggota BPK Kampung Banjar Agung membenarkan bila dirinya mendapatkan keluhan dari masyarakat tentang tidak adanya saldo di kartu penerima BPNT di kampungnya tersebut dan ia berharap agar pihak-pihak terkait dapat mengurus hal itu hingga tuntas karena berdasarkan Investigasi yang di lapangan ternyata kejadian serupa bukan hanya terjadi pada warga Banjar Agung saja akan tetapi banyak menimpa warga di Kampung lainnya di Kabupaten Waykanan

“Saya tidak curiga akan tetapi kita ambil sedikit saja kalau seorang penerima dalam setiap bulan bantuan yang tidak ya terima Rp50.000 kalau di kampung itu terdapat 10 orang penerima yang tidak atau yang saldo kartu penerimanya kosong berarti akan ada uang Rp500.000 di Waykanan sendiri terdapat 227 kampung dan kelurahan sehingga kalau kita kalkulasikan 227 x 500.000 kan uangnya juga cukup banyak yakni mencapai Rp 113.500.000 . Tinggal di kali berapa bulan, kan banyak sekali uangnya. Ini hanya perkiraan hitungan kecil saja karena saya yakin Kalau di kampung itu bisa lebih dari 10 penerima yang mengalami hal yang sama,” tuturnya.

Terpisah Tedy Khan Agung, Kabid Bansos Dinsos Waykanan saat dikonfirmasi, menyatakan, pihaknya juga tidak mengetahui penyebab dari hal itu karena yang menyalurkan uang kepada penerima BPNT adalah bank yang telah ditunjuk oleh pemerintah dalam hal ini Bank Mandiri.

“Saya mau tanya dulu ke Bank Mandiri dan koordinator daerah yang menangani program ini saya takut salah jawab. Saya menjelaskan bahwa Klo BPNT saldo yang masuk perbulan hanya 150.000, per Maret bertambah menjadi Rp.200.000 akan tetapi bukan berupa uang namun berupa sembako,” ujar Tedi.

Tedy melanjutkan, berdasarkan hasil konfirmasinya ke petugas Bank Mandiri, diketahui bahwa terkait kuota sembako yang nol itu ada beberapa kasusnya, bisa jadi ketika gagal top up, in-active, dan mungkin masih tahap proses relink, dan Waykanan masih proses pelaporan, dimana dari agen merekap setiap transaksi yang gagal perbulan lalu dikirim ke TKSK dan TKSK bisa meneruskan ke Bank Mandiri dan ke Dinsos

“Nanti bila ditemui adanya saldo Nol akan direkap oleh agen dan disampaikan ke TKSK selaku pendamping bansos untuk diteruskan ke Bank dan koordinator daerah bansos. Jika saldo Nol yang diakibatkan kartu ganda, terkait hal ini sedang dalam proses relink atau pemindahan buku, dan pihak dinsos pun sudah melaporkan hal ini kekemensos untuk mempercepat proses relink,” papar Tedy.(wk1/mlo)



Pos terkait