Penerimaan Pajak di Kabupaten Waykanan Mengalami Penurunan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pendapatan Kabupaten Waykanan, yang berasal dari penerimaan pajak tahun ini mengalami penurunan.

Hal itu tersirat dari data yang diungkapkan langsung oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Waykanan H. Hendri Syahri, S.T., M.T.

Bacaan Lainnya


Menurut Hendri penurunan itu diakibatkan oleh pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung.

“Covid ini memang sangat berdampak sekali ke pendapatan daerah. Sehingga membuat pajak yang didapatkan dari masyarakat menjadi berkurang,” jelasnya.

Masih menurut Hendri Syahri, pajak yang didapatkan di tahun 2019 Rp.18 miliar, tapi di tahun 2020 hanya terkumpul Rp.16 miliar. Atau terjadi penurunan hingga 10 % lebih.

“Memang masih ada masyarakat yang menunggak urusan pajak, hal itu dikarenakan kondisi saat ini. Tentu saja tidak lain dan tidak bukan karena Covid-19,” terangnya.

Lebih jauh, Hendri menerangkan bahwa jenis pajak ada dua yang pertama ialah Official Assessment, lalu ada juga Self Assessment. Official Assessment adalah pajak yang telah ditentukan oleh pemerintah, misalnya PBB, Pajak Air Tanah, dan Pajak Reklame. Lalu, Self Assessment adalah sistem pemungutan pajak yang membebankan penentuan besaran pajak yang perlu dibayarkan oleh wajib pajak yang bersangkutan, seperti Pajak Restoran, dan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan.

Namun bukan berarti pemerintah lepas tangan begitu saja, Pemerintah pastinya tetap memberikan kontrol kepada jenis pajak yang ini.

Di Kabupaten Waykanan, dari 9 pajak yang ada, 6 diantaranya ialah jenis pajak Self Assessment.

“PBB masih ada beberapa yang belum lunas. Namun, mereka yang belum lunas itu masih memiliki kesadaran dan itikad baik untuk terus melunasinya, ini karena Covid-19, sampai-sampai pada tahun lalu Bupati sampai mengeluarkan kebijakan untuk tidak memberikan denda kepada masyarakat yang telat membayar PBB. Tapi cuma sampai Desember saja,” tutur Hendri.

Kepala Bapenda Kabupaten Waykanan ini juga berharap kepada masyarakat agar lebih bekerja sama.

“Uang pajak itu untuk pembangunan Daerah. Jadi masyarakat sangat diharapkan untuk sadar pajak. Peran serta masyarakat dalam pembangunan Daerah itu juga sangat penting,” tegasnya.(wk1/mlo)




Pos terkait