Penetapan Pemenang Pilkada Lamteng Tunggu Keputusan Bawaslu

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pleno penetapan calon bupati dan wakil bupati terpilih Lampung Tengah periode 2021-2016 yang seyogyanya digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini ditunda.

Hal ini seiring desakan partai koalisi NasDem, PKS, dan Perindo yang menggelar unjuk rasa di depan kantor KPU Lamteng.

Bacaan Lainnya


Ketua DPD Partai NasDem Lamteng Miswan Roddy menyatakan pihaknya meyakini dengan temuan-temuan yang sudah dilaporkan ke Bawaslu Lamteng, Bawaslu Lampung, dan Bawaslu RI ada dugaan kejahatan politik yang dilakukan salah satu paslon.

“Dugaan kejahatan politik ini sudah dibuktikan di 18 kecamatan. Ini perbuatan masif dan harapan proses hukum berjalan dengan baik,” katanya.

Lamteng ini, kata Miswan, sudah menjadi perhatian nasional atas dugaan kejahatan politik dalam Pilkada 2020.

“Dengan pembelajaran politik pada Pilkada 2020 ini, harapan kita jadi contoh nasional. Jangan lagi ada kejahatan politik. Tuntutan kami, diskualifikasi paslon 02. Gugurkan dan coret sebagai peserta Pilkada 2020 ini,” ujarnya.

Alhamdulillah, kata Miswan, KPU Lamteng tidak akan menggelar pleno penetapan calon bupati-wakil bupati terpilih.

“Alhamdulillah tadi ketua KPU tak akan menggelar pleno penetapan calon bupati-wakil bupati terpilih ketika masih ada gugatan di Bawaslu. Menunggu keputusan inkracht di Bawaslu Lampung,” ungkapnya.

Sidang di Bawaslu Lampung, kata Miswan, digelar hari ini. “Hari ini sidang pertama gugatan paslon 03 terhadap paslon 02. Kami di sini pejuang-pejuang restorasi yang akan menegakkan demokrasi untuk masa mendatang. Kita semua berdoa. Meskipun, kami apatis,” tegasnya.

Sedangkan Ketua KPU Lamteng Irawan Indrajaya menyatakan sepakat tidak akan menggelar pleno penetapan calon bupati-wakil bupati terpilih sebelum ada keputusan dari KPU.

“Kami sepakat tidak akan menggelar pleno penetapan calon sebelum ada keputusan dari Bawaslu,” ungkapnya. (sya/mlo)




Pos terkait