Pengacara ASN yang Ngamuk di Warung Bubur Yakin Kliennya Tidak Bersalah

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – ASN yang mengamuk terkait pesanan buburnya merasa tidak bersalah atas keributannya dengan Ustadz Royan di warung bubur depan Museum Lampung.

Hal itu diungkapkan Arfan Andeni, ASN yang videonya viral sedang ngamuk di Sekretariat LBH PWNU Lampung, pukul 16.00 WIB, usai diperiksa Reskrim Polresta Bandarlampung, Rabu (18/8).

Bacaan Lainnya

Pengacaranya, Yudi Yusnandi didampingi Tomi Samanta, Gunadi Aprizal, Angga Erlanda, Syahroni dari LBH NU Lampung, mengatakan, peristiwa itu terjadi karena provokasi Ustadz Royan.

Saat di tanyakan ada kemungkinan islah, pengacara Arfan mengatakan bahwa itu tidak perlu karena dia yakin kliennya tidak bersalah.

“Tak ada urgensinya islah tersebut, karena klien kami tidak bersalah, salahnya dimana (dengan Ustadz Royan)?” ujarnya.

Justru, lanjutnya, kliennya yang diprovokasi terus-menerus oleh Ustadz Royan. Bahkan, pelapor mengejar kliennya ke pelataran parkir Museum Lampung hingga naik kendaraan.

“Cekcok berlangsung sekitar 15 menit,” katanya. Ustadz Royan mengejar sambil menegur Arpan agar ASN jangan seperti itu, jangan mengganggu rakyat kecil. Arpan balik mempertanyakan kapasitas Ustadz Royan.

“Karena diprovokasi terus, saya buka baju dan ajak berkelahi, gak mau juga ” kata Arfan. Dia menilai video yang beredar tidak berimbang, seolah-olah saya yang salah,” terangnya

Menurut pengacaranya, ada dua yang diproses hukum, yakni penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan. “Penganiayaan, siapa yang menganiaya,” jelasnya

Untuk perbuatan tak menyenangkan, MK sudah menghapusnya jadi ancaman kekerasan. “Dalam perkara ini, perbuatan tidak menyenangkan itu tidak ada,” kata dia

Kasus ini berawal dari pelayanan warung bubur yang dinilai Arfan tidak benar. Dia sudah menunggu 20 menit pesanan buburnya, tapi pihak warung malah melayani pembeli yang datang belakangan.

Arfan spontan menepuk meja dan memprotes bahwa tidak boleh melayani pembeli seperti itu. “Klien kami bukan memukul meja dan mengatakan sesuatu yang tak pantas kepada pihak warung,” ucap pengacara dari LBH PWNU Lampung Yudi

Di depan Arfan, ada Ustadz Royan yang langsung mengejar Arfan agar tak berbuat seperti itu sebagai ASN dan lainnya. Hal ini yang kemudian memicu keduanya ribut mulut.

Polresta Bandarlampung sepertinya benar-benar serius menanggapi laporan kasus mengamuknya ASN di warung bubur tersebut. Mereka telah meminta keterangan empat saksi dan hari ini memeriksa sang ASN.

Arfan Adeni, sang ASN, Rabu siang (18/8), diperiksa atas pemanggilan kedua oleh Reskrim Polresta Bandarlampung. Pemanggilan pertama, Senin (16/8), Arfan tak datang.

Sebelumnya, Sabtu (14/8), aparat kepolisian memeriksa empat saksi yang berada di lokasi saat kejadian. Mereka adalah Heri, Rahmawari, Budi, dan satu saksi yang belum diketahui.

Para saksi yang diperiksa di Ruang Harda (Harta Benda) Sat Reskrim menceritakan kronologis mulai dari kehadiran sang ASN, hujatan, hingga ancaman pembunuhan, sampai lempar batu.

Soal ketidakhadiran Arfan pada pemanggilan pertama, menurut Yudi, karena pemanggilannya terlalu cepat, Minggu (15/8). 

“Sedangkan klien kami sudah ada agenda pekerjaan yang harus diselesaikannya,” katanya.(jim/mlo)


Pos terkait