Pengelola Lamban Baca Dituntut Lebih Berinovasi

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Permasalahan anak yang kecanduan dengan smartphone menjadi topik diskusi yang hangat antara para penggiat Literasi Labupaten Lampung Barat dengan para pengelola taman baca, lamban baca juga pengelola perpustakaan pekon.

“Kita terpaksa matikan akses internet bila sudah menjelang maghrib, supaya anak anak berhenti bermain dengan HP-nya dan kembali kerumahnya masing-masing,” ujar Romli Peratin Purawiwitan, Kecamatan Kebuntebu, ketika menerima kunjungan para penggiat literasi di lamban baca setempat.

Bacaan Lainnya



Senada dikatakan Tohirin, Jurutulis (Jurtul) Pekon Ciptamulya. “Kami terpaksa matikan akses internet bila sudah sore, kalau tidak pasti ada anak-anak asyik bermain dengan Handphonernya hingga larut malam,” ujar Tohirin bersama Kaur Bidang Administrasi Umum Darto dan Kaur Keuangan pekon Ani Sumarni.

Wakil Ketua Tim Gerakan Literasi Daerah (Tim GLD) Kabupaten Lampung Barat Yusmalasari yang memimpin tim Penggiat Literasi itu berharap para aparatur pekon juga pengelola lamban baca serta perpustakaan pekon dapat berinovasi menghadapi permasalahan tersebut.

Bisa dengan melakukan lomba-lomba yang bersifat literasi untuk anak anak seperti lomba meresensi buku-buku bacaan yang mereka baca di lamban baca, lomba mewarnai, juga bisa memberikan hadiah kepada anak-anak yang rajin berkunjung ke lamban baca berdasarkan absensi di lamban baca.

“Sesuai dengan komitmen Pak Bupati Parosil Mabsus untuk menjadikan Kabupaten Lampung Barat menjadi Kabupaten Literasi, agar Gerakan Literasi ini menjadi sarana edukasi untuk meningkatnya kemampuan sumber daya manusia Lampung Barat, dan Hal tersebut berkorelasi terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat,” tegasnya

Itu juga yang menjadi arahan Ketua Tim GLD Partnia Parosil Mabsus kepada kita Tim GLD untuk dapat disampikan kepada segenap pemangku kepentingan terkait Gerakan Literasi.

Sementara itu di Taman Baca Cendikia yang bertempat di kediaman Heptanius di Kelurahan Tugusari, Kecamatan Sumberjaya, Tim mendapat masukan terkait kesulitan pengelola lamban baca dalam mengelola koleksinya.

“Rata rata para pengelola lamban baca ini bukan Pustakawan basicnya, jadi kami kesulitan dalam mengklasifikasikan atau mengkelompokan bahan bacaan ini secara baik dan benar,”  ujar Hepta.

Atas masukan itu Wakil Ketua Tim GLD Yusmalasri akan memasukan program peningkatan kapasitas para pengelola Lamban Baca.

“Kita memiliki beberapa anggota yang basicnya Sarjana Perpustakaan, mereka nantinya akan memberikan materi teknis Pengelolaan Perpustakaan,” kata Yusmalasari.

Sementara itu Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kemitraan Tim GLD Lambar Drs. Junaidi Jamsari mengatakan bahwa ada dua kegiatan para penggiat literasi yang dilaksanakan di Kecamatan Kebuntebu dan Sumberjaya Sabtu (22/2), yaitu Pembinaan Lamban Baca dan Kampanye Gerakan Literasi Masyarakat.

“Kita juga memberikan Bantuan donasi buku, mayoritas judul bukunya untuk bacaan anak-anak juga untuk ibu-ibu, semoga bermanfaat dalam menambah minat baca para pengunjung,” tandas Junaidi. (rinto arius)



Pos terkait