Penggunaan Anggaran Covid-19 Lampura Jadi Sorotan

  • Whatsapp
Komisi IV DPRD Lampura, saat menggelar Hearing dengan Dinas Kesehatan, terkait temuan BPK Provinsi Lampung soal pengadaan Desinfektan Chamber (Bilik seteril).

Medialampung.co.id – Anggaran dana Covid-19 Kabupaten Lampung Utara (Lampura), tahun 2020 tampaknya menjadi sorotan sejumlah elemen masyarakat berada di wilayah Kabupaten Berjuluk Bumi Ragam Tunas Lampung, tersebut.

Pasalnya, anggaran Covid-19 di tahun 2020 itu, sebesar Rp57 Miliar lebih. Sementara, dalam penggunaannya di lapangan dinilai masih kurang maksimal.

Bacaan Lainnya


Salah satunya adalah pengadaan desinfektan chamber (bilik steril), yang saat ini ada dugaan sengaja di Mark-Up oleh oknum di Dinas Kesehatan Lampura.

Betapa tidak, pengadaan 53 unit desinfektan chamber tersebut menelan anggaran Rp927.500.000, atau Rp17.500.000 per unit.

Menanggapi hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampura, memanggil Kepala Dinas Kesehatan setempat. 

Sayangnya, Plt. Dinkes Lampura, Maya Manan mangkir dari hearing yang dijadwalkan tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Lampura, Arnold Alam mengatakan, dalam pemanggilan itu hanya diwakili oleh Sekretaris Dinkes, Hendri Us merupakan pejabat baru di lingkup dinas tersebut. 

Sementara, Plt Kepala Maya Manan tidak hadir, dengan alasan ada kegiatan lain. Namun, sayangnya dalam hearing yang dilakukan terbuka itu tidak memenuhi ekspektasi wakil rakyat hingga akan dilakukan pemanggilan ulang.

“Ini adalah aspirasi masyarakat, jadi fungsi kita disini jelas pengawasan. Dan kedepan akan diagendakan ulang pemanggilan, untuk mengetahui detail permasalahan yang ada di Dinas Keseharan,”  kata Arnol Alam, kepada medialampung.co.id, Rabu (17/3).




Pos terkait