Pengiriman Terlambat, Pasokan Elpiji 3 Kg Kerap Kosong

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Minimnya pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau elpiji ukuran tiga Kilogram (Kg) pasca lebaran Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah di sejumlah agen maupun pengecer yang ada di beberapa wilayah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) itu bukan karena tidak adanya stok, melainkan karena keterlambatan pengiriman ke agen maupun pengecer elpiji yang ada di Kabupaten setempat.

Kabid Perdagangan, Suparmi, S.Ip, M.M., mendampingi kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat, Herizan, S.E, M.M., mengatakan bahwa saat ini di beberapa pengecer elpiji tiga kilogram atau gas bersubsidi yang ada di Pesbar mengalami kekurangan pasokan elpiji tiga kilogram, bahkan stoknya kosong.

Bacaan Lainnya



“Kondisi itu bukan karena elpiji tiga kilogram tersebut langka akibat tidak adanya stok, namun memang karena terlambat pengirimannya dari pihak Pertamina ataupun Distributor ke agen penyalur elpiji maupun pengecer di wilayah Pesbar ini,” katanya, Kamis (28/5).

Sementara itu, Wakil ketua bidang elpiji PSO wilayah V Hiswana Migas DPC Lampung, Prayugo Widodo, S.H., mengatakan bahwa sejauh ini untuk pasokan elpiji tiga kilogram di wilayah Pesbar itu tidak ada kendala, karena Pertamina bersama agen elpiji melaksanakan satgas Hari Raya Idul Fitri. Sehingga penyaluran elpiji tetap berjalan sebagaimana biasanya.

“Bahkan dalam penyaluran elpiji itu ada tambahan stok untuk menghindari kelangkaan, artinya penambahan stok elpiji tiga kilogram itu menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada,” katanya.

Meski begitu, kata dia, memang untuk pengiriman elpiji ada sedikit mengalami keterlambatan dikarenakan pengisian yang digunakan saat ini hanya di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Pringsewu.

Sedangkan, SPPBE dari Ogan Lima tidak digunakan karena adanya ruas jalan Liwa-Krui yang longsor dan tidak diperbolehkan dilintasi kendaraan angkutan dengan muatan melebihi empat ton.

Untuk itu pengisian elpiji dilakukan di SPPBE Pringsewu, sementara di SPBBE itu sering terjadi kerusakan pada alatnya, sehingga produksinya sedikit terlambat.

Terutama untuk penyaluran ke wilayah Pesisir Utara dan sekitarnya yang ada di Pesbar itu tentu memakan waktu yang lebih dari biasanya karena jarak tempuh yang cukup jauh.

Jika memang terjadi keterlambatan pengiriman elpiji tiga kilogram itu diharapkan agar masyarakat dapat memahaminya dan itu pun tidak berlangsung lama.

“Yang pasti pasokan elpiji tersebut hingga kini masih aman dan tidak terjadi kelangkaan,” pungkasnya.(yan/mlo)



Pos terkait