Pengunjung Wisata di Lambar Didominasi Wisatawan Domestik

  • Whatsapp
Kepala Disporapar Lambar Tri Umaryani, SP, M.Si.

Medialampung.co.id – Wisatawan yang berkunjung ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Lambar didominasi wisatawan domestik (Wisatawan Dalam Negeri). Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Tri Umaryani, S.P, M.Si, Selasa (3/8).

Ia menjelaskan, destinasi wisata yang ada di Kabupaten Lambar secara umum sudah mulai beroperasi sejak bulan Januari. 

Bacaan Lainnya

Selanjutnya dari bulan Februari sebagian destinasi melakukan penutupan sementara, dan seiring dengan peningkatan kasus Covid-19 dan kembali dibuka pada bulan Maret khusus wilayah yang masuk zona hijau sedangkan ketika zona merah/orange maka destinasi wisata wajib melakukan penutupan. 

Kemudian dibulan Juli untuk objek wisata dilakukan penutupan karena pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Lambar dari Januari-Juni sebanyak 75.195 orang dan didominasi dengan wisatawan domestik,” ungkap dia.

Lanjut dia, sebanyak 75.195 pengunjung wisata tersebut rinciannya Januari sebanyak 21.048 orang, Februari 1.977 orang, Maret 5.950 orang, April 10.447 orang, Mei sebanyak 16.218 orang serta pengunjung pada bulan Juni sebanyak 19.555 orang. 

Lebih jauh dia mengatakan, jumlah pengunjung wisata di Kabupaten Lambar setiap tahunnya mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2019 sebanyak 109.404 orang sedangkan tahun 2020 tembus 182.408 orang. 

“Untuk jumlah pengunjung wisata tahun 2020 meningkat 65 persen dibanding tahun sebelumnya, dan kita berharap jumlah pengunjung tahun ini juga mengalami peningkatan,” harapnya. 

Masih kata dia, meningkatnya angka pengunjung wisata ini menunjukan bahwa geliat pariwisata di Kabupaten Lambar sudah mulai dikenal oleh masyarakat. Selain itu didukung oleh tren wisata di masa pandemi Covid-19, dimana masyarakat akan lebih menyukai wisata-wisata alam, wisata terbuka dan wisata yang tidak banyak keramaian serta wisata yang ada di dalam daerah. 

“Upaya upaya promosi Lambar dengan gerakan ayo ke Lambar, maupun payuh midoh mid Lambar maupun promosi melalui media sosial ternyata cukup efektif dalam rangka meningkatkan promosi pariwisata di Lambar, hal ini terbukti dengan banyak jumlah pengunjung wisatawan selama ini,” tutupnya. (lus/mlo).


Pos terkait