Pengunjung Wisata di Lambar Tembus 105.286

  • Whatsapp
Kepala Disporapar Lambar Tri Umaryani, SP, M.Si.

Medialampung.co.id – Minat wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kabupaten Lambar cukup tinggi. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya jumlah pengunjung yang datang ke sejumlah objek wisata yang tembus mencapai 105.286 orang.

“Hingga Oktober 2021, jumlah pengunjung wisata di Lampung Barat mencapai 105.286 orang,” kata Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Tri Umaryani, S.P, M.Si, Kamis (11/11).

Bacaan Lainnya

Menurut Tri Umaryani, jumlah wisatawan nusantara di Kabupaten Lambar terus mengalami peningkatan meskipun hingga kini wabah Covid-19 belum berakhir namun tidak menurunkan minat masyarakat untuk berkunjung ke sejumlah objek wisata di daerah ini. 

“Ada 32 objek wisata di Kabupaten Lambar yang dikunjungi oleh wisatawan nusantara dan tidak kalah menarik dengan objek wisata yang ada di daerah lain,” kata dia.

Kata dia, jumlah pengunjung wisata di Kabupaten Lambar setiap tahunnya mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2019 sebanyak 109.404 orang sedangkan tahun 2020 tembus 182.408 orang. 

“Untuk jumlah pengunjung wisata tahun 2020 meningkat 65% dibanding tahun sebelumnya, dan kita berharap jumlah pengunjung tahun ini juga mengalami peningkatan yang signifikan,” harapnya. 

Lanjut dia, 32 objek wisata yang kerap dikunjungi wisatawan antara lain wisata alam pohon Pinus Kecamatan Sumberjaya, wisata air terjun Cengkaan di Pekon Waypetai Kecamatan Sumberjaya, Puncak Rest Area Sindangpagar Kecamatan Sumberjaya, wisata Alam Negeri Diatas Awan Pekon Trimulyo Kecamatan Gedungsurian, wisata agro Kampung Kopi Pekon Rigisjaya Kecamatan Airhitam. 

Kemudian, wisata air terjun Pekon Tambakjaya Kecamatan Waytenong, wisata Gunung Pesagi dan Budaya Pekon Hujung Kecamatan Belalau, wisata alam Bukit Bawang Kecamatan Batubrak, wisata Kebun Raya Liwa , wisata Geothermal Kawah Keramikan, Nirwana dan Danau Lebar Kecamatan Suoh, wisata Danau Asam Kecamatan Bandarnegeri Suoh, dan Gunung Seminung Pekon Kagungan Kecamatan Lumbokseminung.

Masih kata dia, meningkatnya angka pengunjung wisata ini menunjukan bahwa geliat pariwisata di Kabupaten Lambar sudah mulai dikenal oleh masyarakat. Selain itu didukung oleh tren wisata masa pandemi Covid-19, dimana masyarakat akan lebih menyukai wisata-wisata alam, wisata terbuka dan wisata yang tidak banyak keramaian serta wisata yang ada di dalam daerah. 

“Upaya upaya promosi Lambar dengan gerakan ayo ke Lambar, maupun payuh midoh mid Lambar maupun promosi melalui media sosial ternyata cukup efektif dalam rangka meningkatkan promosi pariwisata di Lambar, hal ini terbukti dengan banyak jumlah pengunjung wisatawan,” pungkas dia. (lusiana)

Pos terkait