Pengunjung Wisatawan Nusantara di Lambar Tembus 28.343 

  • Whatsapp
Kabid Pemasaran Pariwisata Disporapar Lambar Endang Guntoro, SH.

Medialampung.co.id – Nampaknya pandemi Covid-19 tidak menurunkan minat masyarakat untuk berkunjung ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Lambar.

Buktinya, berdasarkan data dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Lambar dari Januari-Maret tahun 2021, jumlah pengunjung wisatawan nusantara tembus mencapai 28.343 orang.

Bacaan Lainnya


“Hingga bulan Maret 2021 jumlah pengunjung wisatawan nusantara sebanyak 28.343 orang, sedangkan untuk kunjungan wisata mancanegara tidak ada karena pandemi Covid-19,” ungkap Kabid Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Endang Guntoro, S.H, M.M., mendampingi Kepala Disporapar Tri Umaryani, S.P, M.Si, Kamis (22/4)

Ia menjelaskan, jumlah pengunjung wisata di Kabupaten Lambar setiap tahunnya mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2019 sebanyak 109.404 orang sedangkan tahun 2020 tembus 182.408 orang. “Untuk jumlah pengunjung wisata tahun 2020 meningkat 65 persen dibanding tahun sebelumnya, dan kita berharap jumlah pengunjung tahun ini juga mengalami peningkatan yang signifikan,” kata dia.

Sebanyak 28.343 pengunjung wisata tersebut rinciannya berkunjung ke wisata alam pohon Pinus Kecamatan Sumberjaya sebanyak 3.850 orang, wisata air terjun Cengkaan di Pekon Waypetai Kecamatan Sumberjaya 365 orang, Puncak Rest Area Sindangpagar Kecamatan Sumberjaya 3.371 orang, wisata Arung Jeram Waybesai Pekon Sukajaya Kecamatan Sumberjaya 79 orang, wisata Arung Jeram BUMDes Tirtajaya Pekon Sukajaya Kecamatan Sumberjaya 72 orang, dan wisata air terjun Ciptamulya Kecamatan Kebuntebu 223 orang.

Lalu Wisata Alam Negeri Diatas Awan Pekon Trimulyo Kecamatan Gedungsurian 1146 orang, wisata agro Kampung Kopi Pekon Rigisjaya Kecamatan Airhitam 1.856 orang, wisata budaya Kampung Bali Pekon Srimenanti Kecamatan Airhitam 3.233 orang, wisata bumi perkemahan Mabarjaya dan air panas Pekon Suraraja Kecamatan Waytenong 1.410 orang, wisata air terjun Pekon Tambakjaya Kecamatan Waytenong 1.003 orang, wisata agro kopi Kecamatan Sekincau 230 orang, wisata agro kebun jeruk Kecamatan Sekincau 500 orang, wisata air terjun Tresno Kecamatan Sekincau 514 orang.

Lanjut dia, wisata alam puncak jaya Menggala Kecamatan Batuketulis pengujungnya sebanyak 1.230 orang, wisata air terjun Sebuga Kecamatan Belalau 13 orang, , wisata air terjun Waysegening Kecamatan Belalau 145 orang, wisata Gunungpesagi dan Budaya Pekon Hujung Kecamatan Belalau 1034 orang, wisata alam Bukit Bawang Kecamatan Batubrak 442 orang, wisata Kebun Raya Liwa sebanyak 4.295 orang, wisata Danau Ranau Pekon Sukabanjar Kecamatan Lumbokseminung 95 orang. Sementara wisata Geotermal Kawah Keramikan, Nirwana dan Danau Lebar Kecamatan Suoh 65 orang, wisata Danau Asam Kecamatan Bandarnegeri Suoh sebanyak 522 orang, serta wisata Danau Ranau dan Gunungseminung Pekon Kagungan Kecamatan Lumbokseminung 2.650 orang 

Menurut dia, meningkatnya angka pengunjung wisata ini menunjukan bahwa geliat pariwisata di Kabupaten Lambar sudah mulai dikenal oleh masyarakat. Selain itu didukung oleh tren wisata masa pandemi Covid-19, dimana masyarakat akan lebih menyukai wisata-wisata alam, wisata terbuka dan wisata yang tidak banyak keramaian serta wisata yang ada di dalam daerah. “Upaya upaya promosi Lambar dengan gerakan ayo ke Lambar, maupun payuh midoh mid Lambar maupun promosi melalui media sosial ternyata cukup efektif dalam rangka meningkatkan promosi pariwisata di Lambar,” kata dia.

Selain itu, masyarakat Kabupaten Lambar sudah mulai bersemangat dalam mengembangkan destinasi destinasi wisata di wilayah masing masing. Dimana pada tahun 2019 jumlah destinasi yang dikelola masyarakat sebanyak 18 destinasi dan saat ini sekitar 32 destinasi wisata yang telah dikelola sehingga penambahan destinasi-destinasi wisata baru yang dikelola masyarakat mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Lambar.

“Semoga kedepan geliat pariwisata di Lambar semakin meningkat dari tahun ketahun sehingga pada akhirnya Kabupaten Lambar akan meningkat perekonomian daerahnya dari sektor pariwisata,” pungkas Endang. (lus/mlo)




Pos terkait