Peningkatan Jalan Cengkaan-Mutaralam Diduga Tak Sesuai Spek

  • Whatsapp

Medialampung.co.id –  Lagi-lagi kegiatan proyek milik pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) dikritik lantaran disinyalir dalam pengerjaannya dianggap tidak sesuai spesifikasi. 

Seperti pada proyek peningkatan jalan jenis Rabat Beton, di Cengkaan, Pekon Mutaralam, Kecamatan Waytenong, yang pengerjaanya diketahui oleh CV Lemuja. Kegiatan fisik yang menelan dana Rp153.232.000,- tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi sebagaimana ketentuan. 

Bacaan Lainnya



Jefri Ardiansyah, sekjen Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Maju, Adil, Jagat, Aman, Sentosa (Majas) Lampung Barat menuturkan, ada beberapa indikasi temuan dilapangan oleh timnya.

Temuan tersebut diantaranya volume ketebalan Lantai Dasar atau Lean Concrete (LC) yang seharusnya Lima Centimeter, namun kenyataannya tampak yang terpasang hanya Tiga Centimeter. 

Selain itu juga besi Dowel dan Tie bar diduga sebagian tidak terpasang, termasuk untuk takaran material yang biasanya menggunakan dolak disini hanya menggunakan baskom.

Disebutkan Jefri terkait kejanggalan itu, pihaknya pernah berkomunikasi dengan konsultan pengawas atas nama Sopa.

“Disampaikan pak Sopa, bahwa yang dilakukan sudah sesuai dengan aturan dan arahan dari dinas terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lambar,” kata Jefri meneruskan keterangan Sopa.

Tapi kalau masalah ukuran LC tidak memenuhi standar ukuran, disebutkan Jefri meneruskan keterangan Sopa, hal itu terjadi karena kelalaian petugas dalam pengawasan.

Sementara terkait  besi dowel dan tie bar itu kita pasang setelah corannya kering, Dengan alasan kalau langsung dipasang akan mengganggu akses material masuk. 

“Soal takaran memakai baskom itu, mereka beralasan karena jika menggunakan dolak sulit memasukkan materialnya, dan orang dinas sudah memberikan izin,” imbuh Jefri.

Terkait indikasi yang ditemukan dilapangan dan keterangan pihak konsultan yang dianggap tidak transparan. LSM Majas, akan meneruskan temuan itu, dengan akan berkoordinasi dengan pihak dinas dan instansi yang berkompeten lainnya, pertama untuk melakukan pengecekan secara detail pada proyek tersebut.

“Sudah sangat jelas adanya kejanggalan-kejanggalan yang mungkin tidak terpantau oleh pihak dinas. Karena itu kami akan memberikan laporan untuk dilakukan pengecekan, sebab jika apa yang kami indikasikan betul terjadi, bukan saja menyebabkan kerugian negara. Namun juga kerugian bagi pemanfaat bangunan yang diberikan bagunan tidak sesuai spesifikasi,” ujarnya.

Sementara menurut keterangan kepala tukang Narji, tidak memahami secara teknis terkait spesifikasi atau lainnya melainkan hanya mengikuti instruksi pemilik proyek. 

“Masalah teknis terus terang saya tidak paham pak, saya hanya mengikuti instruksi dari pemborong dan konsultan pengawas saja,” tandasnya. (rin/mlo)



Pos terkait