Pentas Budaya “Backpacker Teater Lampung #2” di Lambar Sukses Digelar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dalam upaya mengaktifkan kembali proses kreatif para penggiat teater di Provinsi Lampung. Setelah hampir satu tahun ini terhambat karena pandemi Covid-19 maka di era new normal dengan adaptasi kebiasaan baru ini, tiga tokoh teater di Provinsi Lampung yaitu, Iswadi Pratama (Founder Teater Satu), Ari Pahala Hutabarat (Founder Teater KOBER), bersama Muadin (Ketua Dewan Kesenian Metro) menginisiasi untuk menyelenggarakan “Backpacker Teater” di Provinsi Lampung.

Sanggar Seni Gauri sebagai salah satu komunitas teater di Kabupaten Lampung Barat, terpilih menjadi tuan rumah yang menyelenggarakan acara Backpacker Teater Lampung #2. Backpacker Teater Lampung #2 yang menjadi bagian dari Pentas Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Barat. 

Bacaan Lainnya


Sanggar Seni Gauri bekerjasama dengan Sangar Cupido dan Disdikbud Lambar melaksanakan acara Backpacker Teater Lampung #2 di Lapangan Manunggal Sumberjaya, Jumat-Sabtu (11-12/12)

Acara pembukaan dihadiri oleh Sekretaris Disdikbud Ahmad Syukri, S.Pd, Camat Sumberjaya Agus Supriatna, S.P, Camat Gedung Surian Ernawati, S.E ,sedangkan peserta dari 15 komunitas teater di Provinsi Lampung seperti Teater Jabal, Teater Kurusetra, Teater Malam, Teater Satu, Teater Meraki, Teater Senja, UKM KSSF UNILA, Komunitas Berkat Yakin dan Dewan Kesenian Metro, serta komunitas teater SMAN 1 Kebun Tebu dan SMAN 1 Way Tenong

“Saya menyambut baik digelarnya acara Backpacker Teater Lampung #2 yang mana Sanggar Seni Gauri Kabupaten Lampung Barat menjadi tuan rumahnya. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan saling meningkatkan kerjasama dan silaturahmi para pelaku seni khususnya pelaku seni teater di Provinsi Lampung,” ujar Ahmad Syukri.

Dilain pihak, Ketua Sanggar Seni Gauri, Rian Krama Yudha mengatakan, bahwa sejumlah komunitas yang hadir menampilkan pementasan monolog dan drama pendek. Untuk pementasan 1 drama pendek yaitu “Pagi Bening” oleh Teater Satu Lampung dan tujuh pementasan Monolog yaitu pementasan Monolog “UGD” oleh Nawal Parcha, pementasan Monolog “Aeng/Alimin” oleh Sanggar Seni Gauri, pementasan monolog “Nyonya” dari Lakon Penagih Hutang oleh Teater Satu Lampung, pementasan Monolog “Balada Sumarah”oleh UKM KSS Unila, pementasan Mobolog “Tolong” oleh Teater Kurusentra UKMBS Unila, pementasan Monolog “Tukang Kayu” oleh Teater Malam, serta pementasan Monolog oleh Teater Jabal. 

“Pementasan ini salah satu tujuannya adalah sebagai tempat belajar dan bertukar pikiran antar komunitas teater. Salah satu kunci keberhasilan dalam berkesenian adalah kesinergisan berbagai pihak, maka sangat penting untuk setiap komunitas untuk berkumpul dan bersama-sama merawat seni teater untuk terus hidup,” aku Rian.

Untuk menambah kekayaan wawasan Seni Pertunjukan bagi peserta Backpacker, lanjut dia, di dalam kegiatan ini juga menampilkan Pentas Budaya Seni Budaya yang ada di Lampung Barat berupa Orkes Gambus Lampung, Seni Bela Diri dan penampilan seni budaya dari komunitas lainnya. 

“Backpacker Teater merupakan suatu konsep acara yang tujuannya adalah merangkul komunitas-komunitas teater di Provinsi Lampung untuk berkumpul di suatu tempat dan melangsungkan pementasan teater,” pungkas dia (lus/mlo)




Pos terkait