Penyaluran BLT-DD di Pekon Muarajaya I di Hadiri Legislatif 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), Pekon Muarajaya I, Kecamatan Kebuntebu, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) berjalan tertib. 

Dalam pembagian BLT-DD untuk 66 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), tersebut pihak pekon bersama relawan covid-19 menerapkan dua sistem yakni sebagian dilaksanakan di balai pekon sebagian juga diantar secara door to door ke rumah warga. Hal itu dilakukan sebagai bentuk transparansi bantuan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk kurangi mengumpulkan banyak orang mencegah penularan Coronavirus Disease 2019 (covidi-19).

Bacaan Lainnya



Pada pembagian BLT-DD tersebut juga berlangsung cukup spesial sebab dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Lampung Barat  Edi Novial, S.Kom., bersama Anggota Legislatif (Aleg) Tomi Ardi, S.H.,

Dalam sambutannya Edi Novial mengatakan, Bantuan yang disalurkan pemerintah baik yang memang program rutin seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Non Tunai (BLNT), dan yang terbaru saat ini BLT Bansos, dan BLT-DD yang disalurkan kepada masyarakat terdampak covid-19 adalah sebagai perhatian pemerintah kepada masyarakat di tengah situasi yang tidak baik seperti sekarang ini.

Oleh sebab itu pihaknya menegaskan, segala jenis bantuan yang digulirkan dibagikan secara merata kepada warga yang dianggap layak sesuai kriteria yang ditetapkan. Artinya bagi warga yang sudah dapat seperti telah memperoleh PKH, secara otomatis tidak mendapat bantuan lainnya. “Bantuan yang masuk banyak sumbernya, jangan sampai ada warga tidak paham baik sistem penyaluran dan pembagiannya, sehingga tidak timbul masalah karena miss komunikasi,” ujarnya.

Sementara ditambahkan Tomi Ardi yang juga ikut serta berkeliling melakukan pembagian bantuan dan pemasangan stiker penerima BLT-DD, berpesan  agar uang yang diterima untuk dimanfaatkan sebaik mungkin seperti pembelian sembako, diantaranya beras, telor, minyak goreng dan lainnya.

“Itu uang yang sudah dalam amplop saya hitung, dengan jumlah yang pas Rp600 ribu. Gunakanlah bantuan itu untuk keperluan rumah  jangan dimanfaatkan untuk hal yang kurang bermanfaat,” pintanya.

Karena kata dia, di situasi seperti saat ini banyak kegiatan yang terhenti baik itu kegiatan pemerintah, swasta hingga masyarakat artinya secara otomati roda perekonomian juga lambat dan penghasilan berkurang. Karena itu semua wajib berhemat.  

Peratin Muarajaya I Subarkat, menyampaikan para penerima PKH-DD tersebut adalah hasil pendataan oleh tim terpadu antara pemerintahan pekon, hingga perwakilan pemerintah, dan unsur masyarakat yang kemudian diverifikasi dan divalidasi, lalu disahkan dalam Musyawarah Desa Khusus.

“Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersusah payah bahkan diantaranya ada yang menunda aktivitas di rumah untuk menyumbangkan tenaga selama covid-19. Semoga virus ini segera hilang dan kita bisa beraktifitas lagi,” tandasnya. (rin/mlo)



Pos terkait