Penyandang Disabilitas di Pekon Watas Terima Bantuan Kursi Roda 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Yadi Saipulhah (19) seorang penyandang disabilitas warga Pemangku Kotabaru, Pekon Wates, Kecamatan Balikbukit, Kabupaten Lampung Barat akhirnya mendapat bantuan kursi roda oleh Dinas Sosial, Senin (15/6).

Penyerahan bantuan itu dihadiri Camat Balikbukit Drs. Akmal Hakim, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Fery Istanto S.E, M.M, kepala UPT Puskesmas Liwa Harjunadi S.St, petugas Dinas Kesehatan, Peratin Wates Mirwan Atmaja, A.Ma., serta sejumlah aparat pekon setempat. 

Bacaan Lainnya



Camat Balikbukit Drs Akmal Hakim yang memimpin penyaluran bantuan itu berharap agar bantuan kursi roda dari Pemkab Lambar tersebut dapat mempermudah aktivitas yang sehari-hari dijalani Yadi. Bahkan, selain mendapat bantuan kursi roda, Yadi juga mendapat program pelayanan kesehatan untuk menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah Alimudin Umar (RSUDAU).

“Semoga bantuan ini memberikan manfaat terutama untuk beraktivitas sehari-hari, karena kita tahu selama ini yadi hanya dapat terbaring di tempat tidur karena tidak adanya alat bantu. Selain mendapat bantuan  itu saat ini Yadi sudah sudah menjalani pemeriksaan kesehatan karena kondisinya yang sedang sakit sehingga membutuhkan pemeriksaan medis,” kata Akmal. 

Sementara itu, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Ferry Istanto, S.E, M.M.,mendampingi Kepala Dinas Sosial Edy Yusuf S.Sos, M.H., menambahkan bahwa Yadi Saipulhah saat ini telah mendapatkan jaminan kesehatan untuk mendapat layanan kesehatan dari Dinas Kesehatan.

”Kondisi Yadi yang sedang sakit saat ini sudah mendapat pelayanan kesehatan di RSUDAU, dan untuk biaya pengobatan akan difasilitasi oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas sementara kami dari Dinsos membuat rekomendasi untuk pembuatan Kartu BPJS,” imbuhnya.

Terpisah, Peratin Wates Mirwan Atmaja A.Ma, menerangkan bahwa, kondisi ekonomi keluarga Yadi Saipulhah memang sangat memprihatinkan, namun selama ini pihaknya selaku pemerintah pekon dan masyarakat terus berupaya memberikan uluran tangan. Terkait kondisi lumpuh yang dialami warganya tersebut bermula saat Yadi jatuh dari sepeda motor dan mengalami keretakan pada tulang ekor sehingga mengakibatkan kelumpuhan. 

“Awalnya, oleh ibunya yaitu Janarsih pernah dibawa ke rumah sakit, namun proses pengobatan yang seharusnya dijalankan secara rutin terhenti karena kondisi ekonomi yang sulit untuk memenuhi biaya operasionalnya, maka proses pengobatan terhenti,” imbuhnya.

Sebelumnya, lanjut dia, Yadi sempat mengenyam bangku pendidikan dan lulus dari Sekolah Dasar di Provinsi Jawa Barat. Namun, akibat kelumpuhan yang dialaminya maka ia tidak dapat melanjutkan ke pendidikan selanjutnya.(edi/mlo)



Pos terkait