Penyelundupan Satwa Liar Kembali Digagalkan di Bakauheni

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – KSKP Bakauheni Lampung Selatan (Lamsel), berhasil menggagalkan penyelundupan burung liar. Penggagalan tersebut, terjadi pada Selasa (14/9) sekitar pukul 19.00 WIB.

Satwa burung liar yang berhasil digagalkan yakni tiga ekor burung beo, Tiga ekor burung elang. Kemudian dua ekor siamang dan satu ekor burung kapas tembak.

Bacaan Lainnya

Mereka diamankan karena tidak memiliki dokumen yang sah. Penangkapannya, di Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni Lamsel. 

Kepala KSKP Bakauheni Lamsel, AKP Ridho Rafika menjelaskan, satwa liar tersebut, telah dibawa oleh dua orang tersangka. Sehingga dirinya mengamankan keduanya. 

Dua tersangka tersebut yakni Daulat Ridwan Gultom (38) sebagai sopir yang merupakan warga Desa Dagen, Karang Anyar, Provinsi Jawa tengah. Dan Subur Rahayu (49) sebagai kondektur yang merupakan warga gandok, bogor, Jawa barat.

“Keduanya langsung kami bawa ke kantor KSKP Bakauheni, berikut barang buktinya,” ungkap Ridho, Kamis (16/9). 

Ridho menjelaskan, kronologis penangkapan tersebut, terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, Selasa (14/9) di Areal Pintu Masuk Pelabuhan Bakauheni Lamsel. 

Saat itu, aparat melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan bus Lorena dengan nopol B 7066 SU. Saat pemeriksaan dan penggeledahan, ternyata di dalam bus bagian belakang ada 5 (lima) buah paket kardus warna coklat. 

“Kami bongkar kardusnya. Ternyata berisi satwa liar/hewan yang dilindungi. Yakni berupa tiga ekor burung beo, tiga ekor burung elang dan dua ekor siamang,” ujarnya. 

Saat menemukan satwa liar tersebut, sambung Ridho, pihaknya meminta dokumen resmi. Namun, dua tersangka tidak bisa menunjukkannya, sehingga aparat mengamankan keduanya, beserta barang bukti.

“Kami menjerat mereka dengan Pasal 21 ayat (2) huruf (a) Jo Pasal 40 ayat (2) UU RI No.5/1990 tentang KSDAE. Dan Pasal 88 huruf a dan c UU RI No.21/2019 tentang Karantina Ikan, Hewan,” pungkasnya. (yud/mlo)


Pos terkait