Penyerapan Anggaran di Lambar Diatas Nasional

  • Whatsapp
Kabag Administrasi Pembangunan Sekdakab Burlianto Eka Putra, S.H

Medialampung.co.id – Realisasi penyerapan anggaran hingga Juli tahun 2020 di Kabupaten Lampung Barat di atas nasional.  

Kabag Administrasi Pembangunan Sekdakab Burlianto Eka Putra, S.H mengungkapkan, berdasarkan progres laporan sistem monitoring informasi TEPRA sampai  dengan bulan Agustus 2019 yang diambil dari Server Aplikasi TEPRA (http://monev.lkpp.go.id), yaitu untuk progres keuangan di Kabupaten Lambar  baru terealisasi 50.18 persen dan  fisik 40.05 persen sedangkan secara nasional, yaitu keuangan terealisasi sebesar 25.40 persen  dan fisik sebesar 33.73 persen. 

Bacaan Lainnya



“Selain itu, berdasarkan laporan TEPRA bahwa jumlah K/L/D/I yang telah menyampaikan anggaran perubahan laporan TEPRA berjumlah 609, termasuk Kabupaten Lampung Barat,” ujar Burlianto, Senin (31/8)

Untuk progres keuangan di Kabupaten Lambar, lanjut dia,  dari target 61.84 persen telah terealisasi 50.18 persen sedangkan progres fisik dari target  67,72 persen baru terealisasi 40.05 persen. 

Sedangkan untuk tingkat nasional, progres keuangan dari target 43.48 persen baru terealisasi 25.40 persen dan untuk progres fisik di target 44.05 persen baru terealisasi 33.73 persen. 

“Jumlah anggaran di Kabupaten Lambar tahun 2020 sebesar Rp990,4 miliar lebih, rinciannya belanja tidak langsung Rp622 miliar lebih dan belanja langsung Rp368 miliar lebih. Dari jumlah anggaran sebesar Rp990,4 miliar lebih tersebut hingga Juli telah terealisasi Rp497 miliar lebih atau 50.18 persen,” tegasnya. 

Masih kata dia, untuk total paket dengan nilai diatas Rp200 juta hingga Rp2,5 miliar, di Kabupaten Lambar yakni 168 paket dengan nilai Rp112,768 miliar. Dengan realisasinya untuk pemilihan atau pelaksanaan sebanyak 5 paket (2.98 persen), sedangkan untuk hasil pemilihan 4 paket (2.38 persen), kontrak empat paket (2.38 persen) dan serah terima/PHO empat paket (2.38 persen). 

“Kalau total paket dengan nilai diatas Rp2,5 miliar hingga Rp50 miliar, yaitu untuk Lambar  ada 19 paket dengan nilai Rp101,780 miliar namun belum ada realisasinya baik pemilihan atau pelaksanaan, hasil pemilihan, kontrak maupun serah terima,” pungkasnya. (lus/mlo)



Pos terkait